Berita Pangkalpinang

Mikron Sebut Bantuan Baju Bekas Korban Bencana Hanya Akan Jadi Sampah, Lebih Baik Sumbang Ini

Jikapun mau menyumbang pakaian, pihaknya menyarankan untuk menyubangkan baju baru, bukan bekas.

Mikron Sebut Bantuan Baju Bekas Korban Bencana Hanya Akan Jadi Sampah, Lebih Baik Sumbang Ini
bangkapos.com / Riki Pratama
Ketua BPBD Provinsi Bangka Belitung Mikron Antariksa. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Banyaknya baju bekas disalurkan kepada setiap korban bencana menjadi perhatian pihak BPBD Provinsi Kepuluan Bangka Belitung.

Menurut Kepala BPBD Provinsi Bangka Belitung Mikron Antariksa, pemberian baju bekas kepada para korban bencana hanya akan menambah jumlah sampah karena banyak pakaian tidak layak untuk dipakai.

"Memang bantuan yang diberikan kepada masyarakat korban bencana di beberapa tempat, kita selau menerima semua jenis bantuan, namun terkadang bantuan terima tidak sesuai. Saya ambil contoh baju bekas, di sana itu akan menjadi sampah karena memberikan baju itu,  bukan layak pakai, lebih banyak membuang baju yang sudah tidak sesuai untuk dipakai,"ungkap Mikron Antariksa kepada wartawan, Rabu (15/1/2020).

Ia menambahkan, pada saat terjadi bencana, baiknya pemberian bantuan berupa uang dan pangan. Itu lebih baik.

Jikapun mau menyumbang pakaian, pihaknya menyarankan untuk menyubangkan baju baru, bukan bekas.

"Misalnya satu kontainer diberikan bantuan baju bekas waktu memilihnya diacak-acak sehingga menjadi kotor, kumuh dan menjadi sampah, itu ada di beberpa lokasi bencana seperti di Lombok, Palu dan ramai di Lebak Banten, baju berserakan menjadi sampah sangat mengganggu proses kebersihan dari Pemerintah,"ungkapnya.

Mikron mengharapkan, apabila masyarakat Babel ingin membantu daerah yang tertimpa bencana dan memiliki hati membantu, maka bantuan yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan.

"Seperti berupa uang dan bantuan sandang, pangan karena kesusahan memperolah pangan. Itu mungkin lebih dominan,"lanjutnya.

Sementara terkait banyaknya masyarakat yang meminta bantuan di jalan-jalan saat ini, menurut dia, seharusnya mendapatkan rekomendasi dari Dinas Sosial.

"Apakah sudah memperoleh rekomendasi Dinsos penggalangan dana dilakukan di jalan, usul kami dalam penggalangan dana biar lebih elegan misalnya konser amal, penjualan apa pelelangan apa, biar lebih kreatif, dan penyaluranya harus jelas ke siapa yang dibantu,"tukasnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved