Berita Pangkalpinang

Pemerintah Kuasai 65 Persen Saham PT Timah Tbk, Segini Pergerakan Harganya

Lanjutnya, nilai saham dari tahun ke tahun berbeda, mulai tahun 2015 IDR 25.6977, tahun 2016 IDR 4.092, dan tahun 2017 IDR 10.14394.

Pemerintah Kuasai 65 Persen Saham PT Timah Tbk, Segini Pergerakan Harganya
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Representative Office Indonesia Stock Exchange (IDX) atau Bursa Efek Indonesia (BEI) Bangka Belitung, Muhammad Fuad Asroffilah 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Representative Office Indonesia Stock Exchange (IDX) atau Bursa Efek Indonesia (BEI) Babel Muhammad Fuad Asroffilah mengatakan pemegang saham TINS (PT Timah Tbk) per Desember 2019 yaitu PT PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM sebesar 65 persen dan masyarakat 35 persen.

"Perkembangan PT Timah sejauh ini cukup baik. Sekarang ini kalau lihat dari data PT Timah, tren pembagian deviden itu yang diincar investor. Deviden terakhir 2018, per lembar IDR 23.61059. Trennya itu naik," ujar Fuad di Kantor BEI Bangka Belitung, Selasa (14/1/2020).

Lanjutnya, nilai saham dari tahun ke tahun berbeda, mulai tahun 2015 IDR 25.6977, tahun 2016 IDR 4.092, dan tahun 2017 IDR 10.14394.

"Mengenai Key Statisctics, harga timah per hari ini, per detik ini 885 naik 20 rupiah atau setara 23 persen dibandingkan hari kemarin," katanya.

Data profitability (keuntungan) menunjukan Gross Profit Margain (GPM)/Laba Kotor 7,29 persen, dan Operating Profit Margin (OPM)/Laba Operasi masih positif.

Akan tetapi Net Profit Margin (NPM)/Total Laba Bersih -1,20 persen, Earnings Bef Tax Margin (EBITM) /Pendapatan Sebelum Bunga dan Pajak -5,17 persen.

"NPM negatif artinya banyak beban, misalnya bayar pajak. Laba kotornya besar, akan tetapi pas dihitung keuntungan, NPM dibagikan sedikit karena ada pemotongan. Ketika negatif seperti ini artinya kinerja kurang bagus," jelas Fuad.

Data fundamental (mendasar) PT Timah Tbk selama tahun 2019 menunjukan penjualan sebesar Rp 14,60 triliun, aset Rp 20,77 triliun yang terbentuk dari liability (kewajiban/utang) sebesar Rp 14,71 triliun dan equity (modal) Rp 6,06 triliun.

"Di sini kita bisa melihat utang PT Timah besar sekali, dikonfirmasi dari EBITM atau pajak tadi. Penjualan dari Rp 14,60 triliun habis bayar bunga-bunga. Cash flow (pergerakan uang masuk dan keluar-red) juga negatif Rp -2,96 triliun artinya banyak biaya keluar dibanding masuk. Sebab di cash flow ada tiga yaitu pendanaan, investasi dan pembiayaan atau operasional," ujarnya.

Selain itu, kondisi PT Timah sekarang bisa dikatakan rugi bersih sebab dengan Net Profit sebesar -175,79 B untuk data terakhir, sedangkan data terbaru belum diperoleh.

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved