Berita Sungailiat

Pria Ini Bakal Keluar Masuk Penjara, Setelah Kasus Cabul Akan Jalani Hukuman Kasus Ini

kasus atau perkara pengeroyokan atau pemukulan yang juga dilakukan tersangka JS pada lokasi dan korban yang berbeda, akan dilanjutkan

Pria Ini Bakal Keluar Masuk Penjara, Setelah Kasus Cabul Akan Jalani Hukuman Kasus Ini
(IST/Iptu Jumpatua Simanjorang)
Tampak tersangka JS (23), mengenakan kaus merah saat diamankan Tim Polsek Riausilip Bangka, Selasa (13/1/2020) malam. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ternyata pria asal Desa Pangkalniur Kecamatan Riausilip Bangka inisial JS (23) tak hanya terlibat kasus persetubuhan pada gadis remaja.

Namun dia juga merupakan tersangka pelaku pemukulan pada korban lain di lokasi dan waktu berbeda.

Korban yang dianiaya JS sebanyak dua orang, juga berstatus anak usia bawah umur. Akibat perbuatannya, JS terancam dua kali pidana.

Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono didampingi Kapolsek Riausilip Iptu Jumpatua Simanjorang kepada Bangka Pos, Rabu (15/1/2020) menyatakan, penyidik baru mengajukan proses hukum tersangka JS, khusus pada perkara dugaan tindak pidana cabul atau persetubuhan saja.

Sedangkan kasus atau perkara pengeroyokan atau pemukulan yang juga dilakukan tersangka JS pada lokasi dan korban yang berbeda, akan dilanjutkan setelah kasus pertama bergulir.

"Ada dua LP (laporan polisi) atau perkara. Satu LP lagi bukan cabul, tapi pengeroyokan di Desa Sinargunung Kecamatan Riausilip Bangka. Sedangkan kasus cabul lokasi Desa Pangkalniur Kecamatan Riausilip Bangka," kata Kapolres, Rabu (15/1/2020).

Seperti diketahui, tersangka JS (23) Selasa (14/1/2020) kemarin resmi ditahan oleh pihak penyidik kepolisian.

Ia dijebloskan dalam penjara terkait kasus cabul atau menyetubuhi gadis remaja atau anak usia bawah umur, usia 14 tahun. Kasus itu terjadi dua tahun silam di sebuah pondok kebun, Desa Pangkalniur.

Sejak kejadian, tersangka melarikan diri dan baru berhasil ditangkap di rumah mertuanya, Senin (13/1/2020) malam di rumah mertuanya di Desa Banyuasin Kecamatan Riausilip Bangka.

Hasil pemeriksaan, polisi memastikan, tersangka JS (23) tak hanya terlibat cabul, namun juga mengeroyok atau menganiaya dua orang remaja di Desa Sinargunung Kecamatan Riausilip Bangka, dua tahun silam.

"Kalau korban pengeroyokannya ada dua, masing-masing perempuan umur 16 tahun dan laki-laki umur 16 tahun," kata Kapolres memastikan pidana yang dilakukan JS tersebut merupakan kasus terpisah.

Pada akhirnya, Kapolres menyatakan, tersangka JS (23) bakal mendapat sanksi ganda karena dua perkara yang nanti bakal diadili oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Sungailiat Bangka, dalam waktu dekat.

"Cuma kita naikkan berkasnya di pencabulannya. Nanti setelah selesai (kasus cabul) dia jalani hukumannya, nanti baru kita lanjut pada perkara pengeroyokan atau pemukulan," kata Kapolres, saat memberikan keterangan tetap didampingi Kapolsek Riausilip, Iptu Jumpatua Simanjorang. (bangkapos.com/ferylaskari).

Penulis: ferylaskari
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved