Berita Pangkalpinang

Rokok Jadi Penyumbang Terbesar Garis Kemiskinan di Bangka Belitung per September 2019

Komoditi yang memberikan sumbangan terbesar GK yakni rokok kretek filter di perkotaan yakni 18,15 persen, urutan pertama.

Rokok Jadi Penyumbang Terbesar Garis Kemiskinan di Bangka Belitung per September 2019
bangkapos.com / Cici Nasya Nita
Saat kegiatan rutin rilis Angka Kemiskinan dan Ketimpangan September 2019 di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (15/1/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami mengatakan bahwa rokok kretek filter menjadi penyumbang terbesar penyebab Garis Kemiskinan (GK) di Kepulauan Bangka Belitung.

"Hal ini bila kita lihat pada tabel daftar komoditi yang memberikan sumbangan terbesar GK yakni rokok kretek filter di perkotaan yakni 18,15 persen, urutan pertama. Sedangkan di pedesaan komoditi sumbangan rokok kretek filter berada di urutan kedua dengan besar 18,55 persen," jelas Dwi saat memberikan materi dalam kegiatan rutin rilis Angka Kemiskinan dan Ketimpangan September 2019 di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (15/1/2020).

Rokok kretek filter sendiri termasuk dalam kategori komoditi makanan. Memang diakui peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan).

Sumbangan makanan terhadap pengaruh Garis Kemiskinan pada September 2019 tercatat sebesar 72,92 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi Maret 2019 tercatat sebesar 72,70 persen.

"Selain rokok juga, komoditi yabg berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan dan perdesaan adalah beras, daging ayam ras, kue basah, telur ayam ras, dan mie instant," kata Dwi.

Sedangkan untuk komoditi bukan makanan yang besar pengaruh adalah biaya perumahan, bensin, listrik, dan pedidikan.

Selama periode Maret-September 2019 pun Garis Kemiskinan naik sebesar 5,48 persen yaiu Rp 677.716 per kapita per bulan pada Maret 2019 menjadi Rp 714.846 per kapita per bulan September 2019.

Selain itu, secara total Garis Kemiskinan di daerah perdesaan cenderung lebih tinggi dibandingkan daerah perkotaan. Pada September 2019 Garis Kemiskinan di perkotaan Rp 705.147 per kapita per bulan sedangkan di daerah perdesaan sebesar Rp 725.743 per kapita per bulan.

Faktor Terkait Tingkat Kemiskinan 

Badan Pusat Statistik membeberkan beberapa faktor terkait dengan tingkat kemiskinan selama periode Maret-September 2019.

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved