Berita Pangkalpinang

Begini Cara UPT Pasar Menata Sejumlah Pasar Tradisional

Amir mengaku, pihaknya melakukan pembenahan melalui cara persuasif dan disosialisasikan terlebih dulu.

Begini Cara UPT Pasar Menata Sejumlah Pasar Tradisional
Bangkapos/Irakurniati
Kepala UPT Pasar, Amir Laode 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Pangkalpinang, merencanakan fokus pembenahan dan penataan sejumlah pasar di Pangkalpinang.

Ada beberapa hal yang perlu ditata dan telah dieksekusi oleh tim UPT Pasar.

Kepala UPT Pasar, Amir Laode, mengatakan, pembenahan pasar terutama pasar pagi dan pasar ratu tunggal yang akan dilakukan yakni menata administrasi dan sewa lapak pedagang.

Penempatan pedagang harus sesuai tempat. Kemudian sewa lapak juga sesuai peruntukkannya.

Sementara ini, Amir mengaku, pihaknya melakukan pembenahan melalui cara persuasif dan disosialisasikan terlebih dulu.

"memang ada beberapa pedagang yang nakal tidak ikut aturan, tapi kami masih lakukan sosialisasi dan memberikan jangka waktu sebelum ditertibkan," kata Amir, Kamis (16/1/2020).

Dia menuturkan, penindakan dan penertiban yang dilakukan oleh aparat penegak perda ketika pedagang masih membandel dengan aturan yang telah ditetapkan.

Amir menyebut, pedagang harus ikut aturan yang telah dibuat oleh pemerintah sehingga tidak menjadi kesemerawutan dan mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

"Kami bukan melarang, hanya mengatur biar rapi dan tidak mengganggu median jalan. Tiap hari kami turun terus untuk memantau. Ketika aturan tidak dijalankan, ya harus kita tindak," pungkas Amir.

Begitu pun dengan sewa lapak, diakuinya, sistem sewa per tahun ini telah disampaikan aturan kepada pedagang yang ingin menggunakan lapak tersebut.

Retribusri dari sewa tersebut ditahun 2019 lalu hanya mencapai sekitar 17 persen karena ada beberapa pedagang yang menunggak.

Menyikapi ini, menurut Amir, pihaknya memberikan tenggat waktu untuk membayar.

"memang kalau pakai tempat harus bayar. Kami kasih waktu untuk bayar. Biasanya memang ada yang telat tapi mereka harus bayar denda keterlambatan itu sebesar dua persen," sambungnya.

Sewa lapak pedagang di pasar pagi maupun pasar ratu tunggal tersebut disesuaikan dengan ukuran tempat sewa.

Lapak terkecil disewa sebesar Rp 1,2 juta per tahun hingga Rp 11,5 juta untuk lapak dengan ukuran yang besar.  (Bangkapos.com/Irakurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved