Berita Sungailiat

Iuran BPJS Naik, Dalam Sehari Ratusan Peserta BPJS di Kabupaten Bangka Turun Kelas

Hingga saat ini banyak masyarakat menganggap naiknya iuran BPJS menjadi beban tersendiri.

Iuran BPJS Naik, Dalam Sehari Ratusan Peserta BPJS di Kabupaten Bangka Turun Kelas
Bangkapos.com/Kemas Ramandha
Kepala BPJS Kabupaten Bangka, M Ali Rasid 

Iuran BPJS Naik, Dalam Sehari Ratusan Peserta BPJS di Kabupaten Bangka Turun Kelas

BANGKAPOS.COM-- Naiknya iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, terhitung bulan Januari ini, membuat masyarakat peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah Kabupaten Bangka, mengajukan penurunan kelas layanan BPJS.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPJS Kabupaten Bangka, M Ali Rasid, kepada Bangkapos.com, Kamis (16/1/2020).

Menurutnya, hingga saat ini banyak masyarakat menganggap naiknya iuran BPJS menjadi beban tersendiri.

"Alasan mereka umumnya seperti itu. Tapi kami tidak pernah melarang apabila ada masyarakat yang mengajukan penurunan kelas," jelas Rasid.

Hingga 30 April 2020, Peserta BPJS Kesehatan yang Mau Turun Kelas Tidak Perlu Tunggu Setahun

Ia mengatakan, usai pengumuman pemerintah tentang kenaikan iuran itu, jumlah masyarakat yang datang ke pusat layanan BPJS juga meningkat. Diperkirakan dalam sehari, pihaknya melayani ratusan masyarakat peserta BPJS di Kabupaten Bangka.

"Jadi, mulai Januari kan naik. Mungkin dengan kenaikan iuran ini, mereka (masyarakat) menyesuaikan juga dengan kemampuan," ungkapnya.

KPCDI Minta BPJS Kesehatan Sosialisasikan Penghapusan Rujukan Berjenjang Cuci Darah

"Bisa seratusan orang yang datang ke sini dalam sehari. Memang kami tidak mempunyai catatan jumlah pasti. Namun, gambaran saya segitu," lanjutnya.

Sementara untuk pendaftaran baru peserta sendiri, dikatakannya, tidak lebih dari 10 kartu keluarga (kk) dalam sehari.

Padahal, sebelum kenaikan diterapkan oleh pemerintah, petugas hanya melayani paling banyak 10 kk para pendaftar baru.

VIDEO: 1.200 Pelanggan BPJS Kesehatan di Bangka Selatan Turun Kelas

"Ada yang dari kelas 1, turun langsung ke kelas 3. Memang tidak ada aturan tentang itu. Saya tekankan lagi, kami tidak melarang masyarakat untuk turun kelas," tegasnya.

"Kami (BPJS) patuh dan tunduk ke regulasi yang diterapkan. Patuh terhadap kebijakan pemerintah. Apapun keputusan pemerintah, tetap kami jalankan. Terutama perihal pelayanan kesehatan ini," kata Ali Rasid. (Bangkapos.com/Kemas Ramandha)

Penulis: Kemas Ramandha
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved