Berita Bangka Tengah

Pemilik Kantin di Lingkungan Pemkab Bangka Tengah Ini Keberatan Jika Subsidi Elpiji 3 Kg Dicabut

Pemerintah akan mencabut subsidi elpiji 3 kg sehingga akan mengikuti harga pasar.

Pemilik Kantin di Lingkungan Pemkab Bangka Tengah Ini Keberatan Jika Subsidi Elpiji 3 Kg Dicabut
Bangkapos.com/Muhammad Rizki
Kantin Mardiah, di lingkungan Pemkab Bateng, Kamis (16/1/2020) 

Pemilik Kantin di Lingkungan Pemkab Bangka Tengah Ini Keberatan Jika Subsidi Elpiji 3 Kg Dicabut

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Pemerintah akan mencabut subsidi elpiji 3 kg sehingga akan mengikuti harga pasar.

Menyikapi hal tersebut pemilik kantin yang berada satu diantara instansi di Lingkungan Pemkab Bangka Tengah Mardiah, merasa keberatan jika subsidi tersebut dicabut.

Ia juga mengatakan akan meninggalkan elpiji 3 kg dan beralih ke elpiji 12 kg jika memang subsidi untuk elpiji 3 kg dicabut, karena menurutnya penggunaan elpiji 12 kg akan lebih hemat.

"Ya keberatan, soalnya harus menyiapkan uang lebih setiap mau beli. Mending saya pindah ke elpiji 12 kg sekalian, tapi bingung lagi gimana mau cara bawanya,"  keluh Mardiah, Kamis (16/1) kepada Bangkapos.com

Ia mengatakan jika saat ini harga gas elpiji 3 kg masih bervariasi, sekitar Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per tabungnya dan diharga tersebut masih bisa terjangkau.

"Untuk harga sekarang ya masih terjangkau lah," ungkap Mardiah.

Di kantin miliknya yang berukuran sekitar 4x3 meter tersebut, Mardiah mengatakan jika tabung elpiji 3 kg tersebut biasanya akan bertahan hanya sekitar empat hari saja.

Ia juga mengatakan jika saat ini prospek penjualannya cukup bagus, dari usahanya ini perhari ia bisa mendapatkan omzet dikisaran Rp 500.000 per hari.

Rencananya pemerintah akan mencabut subsidi elpiji 3 Kg sehingga akan mengikuti harga pasar. Jika mengikuti acuan elpiji 12 kg seharga Rp 139.000 per tabung, maka harga jual per kg mencapai Rp 11.583 per kg.

Jika begitu, maka harga jual Elpiji 3 kg bisa mencapai Rp 34.749 per tabung. Subsidi per tabung yang selama ini diberikan pemerintah akan diganti dengan subsidi penerima.

Misalnya, satu keluarga kurang mampu setiap bulan membutuhkan elpiji 3 Kg sebanyak 3 tabung, maka pemakaian tabung keempat dan seterusnya tidak disubsidi, sehingga, hanya masyarakat yang terdata miskin saja bisa menggunakan elpiji 3 kg. (Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved