Berita Bangka Barat

Penambang di Hutan Lindung Pantai Punai Belo Laut Kocar-Kacir Masuk ke Hutan

Kdatangan tim gabungan terendus para penambang, mereka kocar kacir masuk ke dalam hutan. Sejumlah barang bukti disita dan digelandang ke Polsek Muntok

Penambang di Hutan Lindung Pantai Punai Belo Laut Kocar-Kacir Masuk ke Hutan
ISTIMEWA
Tim gabungan Aktivitas penambangan ilegal di kawasan Hutan Lindung (HL) Pantai Punai, Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Bangka Barat 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Aktivitas penambangan ilegal di kawasan Hutan Lindung (HL) Pantai Punai, Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat digeruduk tim gabungan Polsek Muntok dan Sat Pol PP, Rabu (15/1/2020).

Sayangnya kedatangan tim gabungan terendus para penambang. Mereka kocar kacir masuk ke dalam hutan. Sejumlah barang bukti disita dan digelandang ke Polsek Muntok.

Barang bukti berupa, 1 mesin TI mini, 1 unit mesin Robin, 2 liter bensin, 5 liter solar, sepiral 3 (tiga) Inc 18 meter, pipa paralon 3 (inci 4 meter, pipa paralon 4 (empat) inci 3 meter, selang monitor 2 setengah inci 10 meter, 2 cangkul,1 dodos, kepala selang dan penggaruk timah.

Kapolsek Muntok, AKP Alfian Ali, mengatakan penindakan menyusul informasi dari masyarakat menyebut adanya aktivitas penambangan di kawasan HL pantai Punai. Dari laporan tersebut anggota melakukan penyelidikan dan penindakan.

"Dalam kegiatan tersebut tak ditemukan adanya aktivitas penambangan serta para penambang tersebut pada saat dilakukan penangkapan. Pelaku melarikan diri ke hutan, akan tetapi ditemukan bekas serta alat-alat untuk melakukan penambangan tersebut," kata Kapolsek Muntok AKP Alfian Ali, Kamis (16/1/2020)

Jajaran Polsek Muntok, terus memburu penambang yang merambah Hutan Lindung (HL) Pantai Punai, Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Bahkan polisi telah mengantongi sejumlah nama terkait aktivitas penambangan di HL Pantai Punai.

Namun polisi belum bersedia membocorkan identitas mereka karena alasan kepentingan penyelidikan.

Kapolsek Muntok AKP Alfian pasca penindakan, Rabu (15/1/2020) kemarin, sejumlah tim gabungan disebar guna memburu penambang serta pemilik mesin TI.

"Kami terus mendalami siapa oknum penambang di HL Pantai Punai itu. Beberapa nama sudah dikantongi, cuma belum bisa kami beberkan, karena masih di dalami," kata Alfian, Kamis (16/1/2020)

(bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved