Berita Bangka Tengah

Reses di Desa Baskara Bakti, Ini Permintaan Warga ke Mehoa

Me Hoa mengatakan akan langsung mengkomunikasikan hal ini dengan dinas terkait, untuk bersama memberikan solusi bagi masyarakat.

Reses di Desa Baskara Bakti, Ini Permintaan Warga ke Mehoa
IST
Kegiatan reses Ketua DPRD Bateng, Me Hoa, di Desa Jeruk dan Desa Baskara Bakti, 14-15 Januari 2020.  

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dalam tugas resenya Ketua DPRD Bangka Tengah (Bateng), Me Hoa merasa cukup sedih dikarenakan ada seorang ibu-ibu dari Desa Baskara Bakti yang mengajukan permintaan sumur atau air bersih kepada dirinya, Rabu (15/1) kemarin.

"Saya tadi agak terkejut dan sedih karena masih ada ibu yang mengajukan permintaan sumur atau air bersih, karena menurut hemat saya dana desa yang telah diberikan oleh Pak Jokowi seharusnya sudah bisa menyentuh ke hal dasar masyarakat seperti air bersih," ujar Me Hoa, Kamis (16/1)

Mendengar keluhan tersebut Me Hoa mengatakan akan langsung mengkomunikasikan hal ini dengan dinas terkait, untuk bersama memberikan solusi bagi masyarakat.

Berdasarkan: Permendagri No. 86 th 2017 pasal 74, dan PP 12 thn 2018 - Tatib DPRD Bangka Tengah (Bateng) Pasal 133 ayat (1) huruf b peraturan DPRD Kabupaten Batreng nomor 1 tahun 2019 tentang tata tertib DPRD bahwa masa reses 10 januari - 16 januari 2020

Dalam mengisi masa resesnya Me Hoa menggelar audiensi guna menyerap aspirasi bersama masyarakat, serta perwakilan desa se daerah pemilihan (dapil) III, yakni kecamatan Pangkalan Baru dan Kecamatan Namang.

Audiensi tersebut digelar di dua tempat berbeda, yaitu di rumah Me Hoa, Desa Jeruk (14/1/2020), dan Rumah Warga, Tatang, Desa Baskara Bakti (15/1/2020).

Ia mengatakan jika masa reses adalah waktu yang paling tepat untuk menyerap aspirasi warga seoptimal mungkin, agar sesegera mungkin bisa dicarikan solusi konkritnya.

"Saya mendapatkan berbagai aspirasi, masukan, dan keluh kesah masyarakat, masukan, dan keluhan telah dicatat untuk saya tindak lanjuti untuk sesegera mungkinn dicarikan solusi terbaiknya," ujar Me Hoa, Kamis (16/1).

Ia menceritakan jika hal lain yang dibicarakan pada saat audiensi adalah tentang pentingnya edukasi (pendidikan) politik kepada masyarakat, terkait apa saja kegiatan/program APBD 2020 yang akan didapat oleh masyarakat Dapil III dan sekarang meyerap aspirasi untuk dianggarkan di 2020 perubahan bahkan perencanaan anggaran induk 2021.

"Sejatinya yang diinginkan masyarakat itu adalah edukasinya, perhatiannya, bukan uang saat pemilu, 80% masyarakat kita suka dengan informasi dan pendidikan yang diberikan, dan 20% suka yang praktis- praktis saja," ujarnya

Me Hoa berharap agar reses ini dapat memberikan kesan positif, serta edukasi yang menambah wawasan masyarakat.

"Semoga reses ini memberikan kesan positif, komunikasi yang baik, dan edukasi yang mampu menambah wawasan masyarakat," pungkas Me Hoa. (Bangkapos/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved