Berita Pangkalpinang

Dewan dan Masyarakat Bangka Tengah Datangi DPRD Bangka Belitung terkait Ponton Isap di Desa Beriga

Ia mengharapkan oknum yang telah merugikan rakyat di Desa Batu Beriga agar segera diproses karena telah mencatut nama PT Timah.

Dewan dan Masyarakat Bangka Tengah Datangi DPRD Bangka Belitung terkait Ponton Isap di Desa Beriga
Bangkapos.com / Riki Pratama
DPRD Kabupaten bersama masyarakat Bangka Tengah mendatangi kantor DPRD Provinsi Bangka Belitung untuk membahas persoalan Ponton Isap Produksi (PIP) yang beberapa waktu lalu ingin beroperasi di Desa Batu Beriga, Kabupaten Bangka Tengah. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA - DPRD Kabupaten dan masyarakat Bangka Tengah mendatangi  DPRD Provinsi Bangka Belitung untuk membahas persoalan Ponton Isap Produksi (PIP) yang beberapa waktu lalu ingin beroperasi di Desa Batu Beriga, Kabupaten Bangka Tengah.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Era Susanto mengatakan, kewenangam persoalan tambang adanya di Provinsi Bangka Belitung sehingga mereka datang untuk berkoordinasi menyelesaikan persoalan tersebut. Karena ada warga yang menjadi korban akibat ulah oknum mengatasnamakan PT Timah menambang menggunakan PIP di perairan Desa Batu Beriga.

"Kewenangan tetap ada di Pemprov, kalau untuk menyelesaikan masalah sebenarnya ada IUP harusnya menelusuri siapa yang mencatut nama PT Timah baik mitra dan sebagainya, kalau di luar aturan, tegaskan beri sanksi, di situ sudah melanggar. Kaidah hukum sudah diatur kalau dibiarkan sendi-sendi hukum dan akan banyak kerusak dan pelangaran kedepanya,"ungkap Era Susanto kepada wartawan, Jumat (17/1/2020).

Ia mengharapkan oknum yang telah merugikan rakyat di Desa Batu Beriga agar segera diproses karena telah mencatut nama PT Timah.

"DPRD dan Pemprov sangat baik dalam hal apapun, mengenai PIP ada oknum yang mengatas namakan PT Timah untuk menjalalankan PIP, surat yang dilayangkan oleh PT Timah ke Kades Beriga itu sudah jelas, mereka PT Timah tidak mengeluarkan SPK pertambangan hanya pengeluarkan SPK pengangkutan terhadap oknum tersebut,"tukasnya

Ia menginginkan aparat terkait untuk bisa menindak oknum tersebut.

"Kasus ini sangat lamban pergerakanya. Untuk yang mengatasnamkan oknum tersebut belum diketahui motifnya,  belum tahu juga. Korbanya ada yang melapor ke komisi tiga, mereka telah menyetorkan satu ponton Rp 15 juta , harapan kami selaku wakil rakyat usut persoalan tersebut jangan sampai berlalut-larut,"katanya (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved