Berita Pangkalpinang

Murid SDN 37 Pangkalpinang Diserang Ulat Bulu. Begini Penjelasan Dosen Entomologi

Sekitar 90 Anak SD Negeri 37 Pangkalpinang mengalami gejala gatal-gatal pada kulitnya akibat serangan ulat bulu.

Murid SDN 37 Pangkalpinang Diserang Ulat Bulu. Begini Penjelasan Dosen Entomologi
Dokumen Bangka Pos
Serangan hama ulat bulu di SD 37 Pangkalpinang. Foto diambil Jumat (17/1/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sekitar 90 Anak SD Negeri 37 Pangkalpinang mengalami gejala gatal-gatal pada kulitnya akibat serangan ulat bulu.

Pihak sekolah baru megetahui kejadian ini, Rabu (15/01/20) kemarin setelah mendapatkan pengaduan dari murid-murid yang pernah melakukan kegiatan kerja bakti, Sabtu (11/01/20) lalu.

Dosen Entomologi Jurusan Agroteknologi, Universitas Bangka Belitung, Herry Marta Saputra menjelaskan mengenai ulat bulu dari famili Lymantridae tersebut.

"Untuk spesies masih perlu ditelaah dari asal inangnya, kalau ada ulat artinya ada makanannya di situ," ujar Hery saat dikonfrimasi bangkapos.com, Jumat (17/1/2020).

Ulat bulu sendiri termasuk dalam kategori serangga (Insekta). Bahkan serangga makhluk dengan kekayaan spesies tertinggi di dunia.

Serangga di alam dapat berperan sebagai fitofag (serangga pemakan tumbuhan), entomofag (serangga pemakan serangga), seperti predator serangga, parasitoid, dan entomopatogen (patogen cendawan, bakteri, dan virus yang berperan membuat serangga sakit dan akhirnya mati).

"Setiap serangga selalu ada musuh alaminya (predator, parasitoid, dan entomopatogen). Musuh alami ini berperan untuk mengatur (mengurangi atau menekan) pekembangan dan kepadatan populasi serangga, yang umumnya adalah fitofag (pemakan tumbuhan)," kata Hery.

Lanjutnya, penyebab melimpahnya ulat ini karena faktor perubahan habitat, hilangnya musuh alami ulat seperti burung pemakan serangga (insektivora), semut rangrang (kerenge, bahasa Bangka) (Oecophyla smaragdina), kadal pemakan serangga, sehingga membuat populasi ulat meningkat.

"Perubahan musim juga mempengaruhi sebab fluktuasi suhu dan kelembaban udara dapat meningktakan perkembangan ulat bulu. Bisa atasi dengan musuh alaminya seperti burung, kadal, semut rangrang dan hewan pemakan serangga lainnya," jelasnya.

Saat bangkapos.com menunjukan satu pohon yang menjadi sumber ulat bulu tersebut berada, diduga pohon dari famili Leguminosae/Fabaceae (kacang -kacangan).

Serangan hama ulat bulu di SD 37 Pangkalpinang. Foto diambil Jumat (17/1/2020)
Serangan hama ulat bulu di SD 37 Pangkalpinang. Foto diambil Jumat (17/1/2020) (bangkapos.com / Suhardi Wiranata)
Halaman
1234
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved