Berita Pangkalpinang

Siaga Bencana, BPBD Pangkalpinang Siap Kerahkan 135 Personel

Pihak kelurahan dan kecamatan akan lebih proaktif. Dia berharap, Pangkalpinang tidak mengalami bencana serius seperti banjir besar tahun 2016 silam.

Siaga Bencana, BPBD Pangkalpinang Siap Kerahkan 135 Personel
bangkapos.com / Ira Kurniati
Apel siaga bencana di halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Jumat (17/1/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkalpinang menyiapkan sejumlah peralatan untuk antisipasi penanganan bencana. 

Di antaranya satu unit mobil recsue, dua unit motor trail, satu unit senter HID, 13 unit handy talky, satu set water thretment portable, satu unit chain saw, dua unit perahu lipat dan satu set radio rig.

Kepala BPBD Pangkalpinang, Izwarhadi menyatakan, selain peralatan yang dimiliki tim BPBD, sejumlah instansi dari lingkup pemerintah kota Pangkalpinang dan lintas sektoral juga diperbantukan. Seperti mobil evakuasi, ambulance, tenda, genset dan beberapa peralatan lainnya.

"selain kesiapan personel kita juga perlu alat-alatnya. Meskipun ada beberapa alat di BPBD yang tidak ada, namun kita punya alternatif alat lainnya yang bisa dipergunakan," kata Izwarhadi, Jumat (17/1/2020).

Dia menuturkan, personel BPBD yang dikerahkan untuk siaga bencana sebanyak 135 personel. Dengan total keseluruhan tim gabungan ini sekitar 1000 personel.

Untuk penanganan pertama, Izwarhadi mengatakan, pihak kelurahan dan kecamatan akan lebih proaktif.  Dia berharap, Pangkalpinang tidak mengalami bencana serius seperti banjir besar tahun 2016 silam.

Molen Singgung Banjir Besar 2016

Apel siaga bencana sukses digelar di halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Jumat (17/1/2020).

Peserta apel terdiri dari unsur pemerintah kota Pangkalpinang, Forkopimda, Basarnas, lintas sektoral hingga organisasi kepemudaan.

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, menjadi pembina apel juga melakukan pengecekan personel dan kelengkapan alat kesiapsiagaan bencana.

Molen menyebut, melihat apel yang digelar pagi ini pihaknya merasa sudah siap dengan penanganan bencana apabila terjadi di kemudian hari.

Terlebih menurutnya, banjir besar ditahun 2016 lalu tidak menutup kemungkinan dapat terjadi kembali sehingga personel harus siap dan siaga menghadapinya.

"kita harus terintegrasi, kolaborasi. Jangan satu atau dua kelompok saja. Tapi penanganan bencana harus bersama-sama. Cuma kita berharap mudah-mudahan tidak terjadi di Pangkalpinang," ujar Molen.

Dia menekankan personel harus siap dari kemungkinan terkecil bencana, terutama untuk keselamatan masyarakat.

Molen berharap ribuan personel ini proaktif menjaga lingkungan dan menyebarkam informasi ke lingkungan sekitar. (bangkapos.com/irakurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved