Berita Pangkalpinang

Subsidi Gas 3 Kg Dicabut, Nelayan dan Masyarakat Miskin Semakin Susah

Sebagian nelayan di Kabupaten Bangka Tengah masih menggandalkan gas 3 kg sebagai pengganti minyak tanah

Subsidi Gas 3 Kg Dicabut, Nelayan dan Masyarakat Miskin Semakin Susah
Dokumen Bangka Pos
Anggota DPRD Propinsi Kep. Bangka Belitung, Fitra Wijaya 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Rencana pemerintah pusat ingin mencabut subsidi gas 3 kg untuk masyarakat miskin harus dikaji ulang.

Pencabutan ini akan menyulitkan, bahkan menyengsarakan masyarakat nelayan dan masyarakat miskin lainnya, khususnya di Bangka Belitung.

Anggota DPRD Bangka Belitung, Fitra Wijaya kepada bangkapos.com mengatakan sebagian besar nelayan di Kabupaten Bangka Tengah masih menggandalkan gas 3 kg sebagai pengganti minyak tanah.

“Sebelumnya nelayan menggunakan minyak tanah, kemudian beralih ke gas 3 kg sesuai dengan program pemerintah. Kalau gas 3 kg ini subsidinya dicabut, ini akan menyengsarakan nelayan kita. Juga masyarakat miskin lainnya,” ujar Fitra Wijaya kepada bangkapos.com, Jumat (17/2/2020).

Bila memang karena alasan tidak tepat sasaran, maka yang harus dilakukan pemerintah adalah dari sisi pengawasannya.

Di tengah sulitnya perekonomian masyarakat, lanjut Fitra rencana penghapusan subsidi gas 3 kg ini semakin menyulitkan masyarakat.

“Perekonomian kita saat ini sedang turun. Di Bangka Belitung, baik nelayan, pedagang, petani dan lainnya akan berpengaruh besar. Karenanya pemerintah tidak seharusnya mencabut subsidi gas 3 kg ini,” ujar Fitra.

Bayangkan kata Fitra bila masyarakat nelayan maupun masyarakat miskin harus membeli gas 3 kg dengan harga non subsidi.
Biaya hidup sehari-hari dan biaya mencari nafkah masyarakat yang menggunakan gas 3kg bersubsidi ini pun akan bertambah besar.

“Yang sekarang saja masyarakat nelayan kita mengeluh. Penghasilan mereka saat musim seperti ini minim, sementara biaya hidup juga tinggi. Kalau ditambah dengan gas 3 kg ini tidak disubsidi lagi, tentunya sangat memberatkan masyarakat kita,”jelas Fitra.

Dia mengharapkan pemerintah untuk melihat kondisi masyarakat secara utuh. Mencabut subsidi gas 3 kg bukan langkah yang bijak bila ingin membantu masyarakat.

Sebaliknya, subsidi gas 3 kg masih harus dilakukan oleh pemerintah dan ditambah dengan subsidi-subsidi sektor lainnya.

“Saat ini masyarakat kita mengeluh, harga gas yang subsidi seperti ini saja mereka sangat berat. Apalagi kalau harga gas subsidi ini jadi lebih mahal. Masyarakat kita akan tambah sulit lagi,” pungkas Fitra Wijaya.

(Bangkapos.com/Hendra)

Penulis: Hendra
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved