Cari Buronan Harun Masiku, KPK Kelilingi Kompleks Aneka Tambang, Tak Ketemu Minta Bantuan Polisi

Panggilan itu merupakan pertama untuk pemeriksaannya setelah Harun ditetapkan sebagai tersangka pada 9 Januari karena terkait rangkaian operasi

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Koordinator Tim Hukum DPP PDIP I Wayan Sudirta (tengah) dan juru bicara Teguh Samudera (kiri) sebelum menemui Dewan Pengawas KPK di gedung C1 KPK, Jakarta, Kamis (16/1/2020). Kedatangan tim hukum PDIP untuk mengklarifikasi banyaknya isu yang bergulir terkait kasus suap anggota PDIP Harun Masiku kepada eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Meski telah dinyatakan buronan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap mengirim surat panggilan pemeriksaan kepada tersangka Harun Masiku, caleg PDI Perjuangan, Jumat (17/1/2020).

Harun Masiku, masuk DPO dan saat ini dikabarkan kabur meninggalkan Indonesia. Saat ini Harun dikabarkan kabur ke Singapura.

Surat pemanggilan dikirim ke kediaman Harun di Kompleks Aneka Tambang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Memanggil sebagai tersangka ke alamat tempat tinggalnya di daerah Kebayoran Jakarta," ujar Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Namun, hingga ditunggu sore hari, Harun tidak memenuhi panggilan KPK.

BACA JUGA: Pura-pura Jadi Gay Ajak Kencan di Kos-kosan, Pria Ini Sikat Harta Korban, Nasib Apes Ditembak Polisi

Panggilan itu merupakan pertama untuk pemeriksaannya setelah Harun ditetapkan sebagai tersangka pada 9 Januari karena terkait rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) dugaan suap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Wahyu selaku penyelenggara pemilu diduga menerima suap Rp600 juta untuk memuluskan pengajuan pergantian caleg PDI P Harun Masiku menjadi anggota DPR melalui proses Pergantian Antar-Waktu (PAW).

KPK menetapkan Harun Masiku sebagai tersangka pemberi suap kepada Wahyu Setiawan.

Namun, KPK gagal menangkap Harun Masiku karena dia lebih dulu meninggalkan Indonesia ke Singapura pada 6 Januari 2020.

Halaman
1234
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved