CURI Waktu Saat Istri Keluar, Tukang Rombeng Jadikan Anak Penjual Kue Keponakan Sendir Budak Seks

Pria yang sehari-hari bekerja mengumpulkan rombeng itu juga selalu beraksi saat istri atau bibi korban tidak tahu.

Ibu korban berusaha menangkan korban.

Beruntung aksi bejat pelaku tidak sampai membuat korban berbadan dua.

“Tersangka terancam dijerat dengan pasal 81 ayat (3) jo 76D dan atau pasal 82 ayat (2) jo 76E UU RI No 17/2016 tentang penetapan Perpu No 1/2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23/2002 tentang perlindungan anak ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tutupnya. (Willy Abraham)

Beda lagi dengan cerita pasutri di Bima yang mencabuli anak angkatnya selama bertahun-tahun.

Pasangan suami istri di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya berurusan dengan polisi.

Hal itu setelah ada laporan dari seorang gadis yang merasa mendapat perlakuan yang tidak benar.

Pemerkosaan diduga dialami gadis itu dari orang tua angkatnya sendiri selama bertahun-tahun.

Suami istri itu adalah AM dan FN, pasangan yang tega mencabuli anak angkat berinisial RM.

Polisi terus menyelidiki kasus satu ini lewat keterangan para saksi.

Polisi menerangkan, korban mengaku dicabuli sudah sejak masih berusia remaja.

Baru kali ini, setelah bertahun-tahun akhirnya ia pun mulai melaporkan hal tersebut.

"Karena korbannya mengaku dicabuli saat masih di bawah umur, tapi saat buat laporan usianya sekarang sudah dewasa. Itu yang terus kita dalami. Tunggu saja prosesnya,” ujar Hilmi.

Korban diduga menjadi budak seks selama bertahun-tahun oleh pelaku.

Kakak korban, RH, menceritakan apa yang dialami adik kandungnya.

Korban awalnya tinggal di rumah pasangan suami istri AM dan FN sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Ketika itu, korban berusia 15 tahun.

"Dia (korban) dititip orangtua di rumah AM sejak memasuki ujian akhir kelas III SMP, sejak umur 15,"

"karena jarak dari rumah dengan tempat sekolah harus ditempuh dengan menyebrang laut menggunakan perahu," ujar RH usai mendampingi korban di Mapolres Bima Kota, Rabu.

Menurut RH, orangtua kandung mereka sudah saling kenal dengan pasutri tersebut.

Bahkan, orangtua kandung korban menganggap AM layak jadi bapak angkat bagi putrinya.

Namun, bukannya menjadi orang tua, AM justru mencabuli anak angkatnya.

Aksi bejat pelaku itu dilakukan di rumahnya sejak 2014 hingga pertengahan 2019.

Diduga, pencabulan terjadi dalam rentang yang lama, karena korban terpaksa tinggal di rumah pelaku selama bertahun-tahun.

Menurut RH, para pelaku kerap mengancam korban setiap kali melampiaskan nafsu seksual. (Artikel Kompas.com)

Editor: teddymalaka
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved