Dilapor Perusahaan Swasta, Kakek 69 Tahun Dipenjara karena Curi Getah Sisa Seharga Rp 17 Ribu

Samirin dilaporkan oleh perusahaan swasta yang memproduksi getah karet.

Dilapor Perusahaan Swasta, Kakek 69 Tahun Dipenjara karena Curi Getah Sisa Seharga Rp 17 Ribu
TribunMedan
Terdakwa Samirin usai menjalani persidangan dengan agenda vonis di Ruangan Cakra Pengadilan Simalungun, Rabu (15/1/2020) 

BANGKAPOS.COM - Samirin (69) dibui karena terbukti mencuri getah sisa pohon karet di Simalungun, Sumatera Utara.

Dikutip TribunWow.com dari tayangan kanal YouTube Official iNews, Kamis (16/1/2020), Samirin dilaporkan oleh perusahaan swasta yang memproduksi getah karet.

Laporan tersebut disampaikan pada pertengahan tahun 2019 lalu.

Bus Isuzu ELF laga kambing dengan truk pengangkut getah karet di kawasan hutan lindung Lae Pondom, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Rabu (10/7/2019).
Ilustasi getah karet. Bus Isuzu ELF laga kambing dengan truk pengangkut getah karet di kawasan hutan lindung Lae Pondom, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Rabu (10/7/2019). (TRIBUN MEDAN/DOHU LASE)
//

Sementara Samirin telah ditahan sejak November 2019.

Kakek 12 cucu tersebut mencuri getah karet sisa yang sudah tidak terpakai seberat 1,9 kg.

Bila dijual, getah tersebut setara dengan Rp 17.400.

Samirin mengaku dirinya mengambil getah karet setelah menggembala sapi miliknya.

"Ya namanya bersalah ya pasrahlah," kata Samirin.

//
// <\/scr"+"ipt>"); // ]]>

Samirin masih berharap dirinya bisa bebas dari tuntutan 10 bulan penjara.

Sementara Rasida, anak Samirin mengatakan bahwa apa yang dilakukan Samirin tidak sesuai dengan hukuman yang diterima.

"Mungkin enggak sesuai dengan vonisnya. Harapan kami semoga bapak bisa berkumpul bersama kami kembali,' ujar Rasida.

Para keluarga dan warga yang menghadiri sidang saat selesai pun berinisiatif untuk mengumpulkan koin.

Mereka mengumpulkan koin receh sebanyak Rp 17.400 untuk mengganti perusahaan swasta yang menuntut Samirin.

Selain itu aksi tersebut juga untuk mencari keadilan atas hukuman yang diberikan pada Samirin.

Lihat videonya:

Langsung Bebas

Mengutip Kompas.com, saat mendengar vonis dijatuhkan untuk suaminya, Sumiati, istri Samirin langsung menangis.

Nenek 12 cucu tersebut terlihat menyeka air matanya dengan kerudung yang ia kenakan.

Vonis dua bulan empat hari membuat Samirin langsung bebas karena ia telah menjalani masa tahanan selama dua bulan tiga hari.

Tak hanya Sumiati, seluruh keluarga dan pengunjung sidang tampak menangis dan mengucapkan puji syukur.

Sebelum kembali ke tahanan, Samirin mengaku cukup senang dengan hasil putusan tersebut.

"Saya senang bisa lagi ketemu dengan cucu-cucu," katanya.

Hal yang sama juga diucapkan oleh Sumiati.

Ia mengaku senang suaminya segera kembali ke rumah.

"Terima kasih kakek sudah bebas. Nenek senang bisa berkumpul lagi. Kakek bisa jumpa dengan cucu dan anak," katanya.

Sumiati, yang mengaku tidak mengerti hukum.

Ia baru sadar suaminya segera bebas setelah dijelaskan anaknya.

"Ini sama anak dan cucu ramai-ramai ke mari. Tadi diberi tahu anak, bapak sudah bebas. Saya langsung bersyukur," katanya.

(TribunWow.com/Tiffany Marantika/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Kisah Pilu Kakek 67 Tahun Divonis 2 Bulan Penjara Curi Getah Karet Rp 17 Ribu, Tangis Istri Pecah

 
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved