Berita Pangkalpinang

Langka Sani, Relawan Konservasi Satwa Langka Pendiri Alobi Babel

satu lembaga konservasi khusus seluruh satwa liar yang dilindungi dengan wilayah kerja meliputi Bangka Belitung dan Sumatera Selatan.

Langka Sani, Relawan Konservasi Satwa Langka Pendiri Alobi Babel
bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Ketua Yayasan Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Foundation Bangka Belitung, Langka Sani. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Langka Sani, sosok pria tangguh yang menjadi pendiri atau Ketua Yayasan Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Foundation Bangka Belitung, yang berperan melindungi satwa liar yang dilindungi (langka)

Alobi sendiri, satu lembaga konservasi khusus seluruh satwa liar yang dilindungi dengan wilayah kerja meliputi Bangka Belitung dan Sumatera Selatan.

Pria kelahiran 15 januari 1985 ini, menceritakan awal dirinya membangun Yayasan Alobi di Bangka Belitung.

"Tahun 2009 lulus kuliah, terus sempat pergi ke Australia kemudian kembali ke Bangka lagi langsung mendirikan Alobi," ujar Langka.

Pria lulusan Hukum STIH Pertiba ini ketika pergi ke Australia bertujuan untuk mencari pengalaman.

Ketika di sana, ia mendapatkan pelajaran yang berharga, mengenai bagaimana negara di luar sana menghargai satwa liar lebih dari apa pun. Sehingga hal tersebut memotivasinya mendirikan Yayasan Alobi Babel ini.

"Peradaban suatu bangsa itu dilihat, bagaimana memperlakukan lingkungan atau hubungan dengan alam. Sehingga kita harus peduli, dan cinta akan lingkungan sekitar kita," ungkapnya.

Pria berstatus menikah ini mengaku bahwa Alobi pada awalnya hanyalah suatu komunitas yang didirikan karena kecintaan dan hobi akan satwa.

Tetapi, ketika ia dan rekan-rekan seperjuangan mengetahui pentingnya melestarikan satwa-satwa liar yang dilindungi, akhirnya memutuskan untuk menjadi relawan konservasi satwa liar yang dilindungi.

"Kita akhrnya berpindah visi misi menjadi konservasi dan penyelamatan satwa liar yang dilindung. Fungsi jelas yang kita lakukan ini untuk mempertahankan dan menjaga keseimbangan ekosistem di alam," jelas pria berusia 34 tahun ini.

Lanjutnya, apabila putus satu rantai spesies akan mengakibatkan rusaknya rantai makanan di alam.

"Alobi ini berbeda dengan kebun binatang, kita di sini rescue (penyelamatan-red) kemudian kita lepasliarkan satwa tersebut ke alam atau habitatnya. Di sini kita rehabilitas terlebih dahulu," terang Langka.

Alobi Babel semenjak berdiri pada tahun 2015 silam, sudah melakukan pelepasliaran satwa sebanyak 1458 ekor berbagai jenis satwa ke habitat alam.

Alobi pun memiliki PPS di daerah PLN Peduli Kacang Pedang dan Kampoeng Reklamasi Air Jangkang. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved