Ridwan Kamil Sebut Banyak Orang Stres hingga Jejak Totok Santosa di Sunda Empire

Ini pula yang kemudian memunculkan dugaan bahwa Kerajaan Agung Sejagat dan Sunda Empire berhubungan.

Facebook Renny Khairani/ Tribun Jabar
Sunda Empire berfoto di tugu 0,0 Bandung 

Ada Jejak Totok Santosa Hadiningrat di Sunda Empire

BANGKAPOS.COM -   Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil angkat bicara mengenai kehebohan Sunda Empire.

Seperti dilansir Tribun Jabar, Ridwan Kamil mengatakan mengatakan kemunculan sejumlah kelompok seperti Sunda Empire-Earth Empire dan Keraton Agung Sejagat, yang kemudian viral di dunia maya, adalah indikator bahwa persoalan hidup telah membuat banyak orang mengalami tekanan kejiwaan.

"Banyak orang stres ya di republik ini, menciptakan ilusi-ilusi yang sering kali romantisme-romantisme sejarah, dan ternyata ada orang yang percaya dan menjadi pengikutnya," kata Ridwan Kamil di Bandung, Jumat (17/1/2020) seperti dikutip Tribun Jabar.

Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan, Polda Jabar sudah mendalami kehadiran kelompok Sunda Empire ini.

"Tadi malam Pak Kapolda sudah melaporkan. Kalau ada aspek pidana akan kita akan tegas," katanya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil setelah meresmikan gedung PCNU di Jalan Perintis Kemerdekaan, Cianjur, Rabu (15/1/2020). (Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil setelah meresmikan gedung PCNU di Jalan Perintis Kemerdekaan, Cianjur, Rabu (15/1/2020). (Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin) ()

Emil meminta warga untuk tetap fokus menjalani kehidupannya. Warga diimbau untuk menyaring berbagai informasi yang beredar menggunakan rasio.

"Gunakan aturan perundang-undangan,  jangan mudah percaya terhadap hal-hal yang tidak masuk ke dalam logika asal sehat," katanya.

Masih hangat di ingatan soal kehebohan Keraton Agung Sejagat (KAS) di Purworejo, kini muncul pula keberadaan kelompok serupa bernama Sunda Empire (SE)- Emire Earth.

Jika Keraton Agung Sejagat (KAS) adalah kelompok ala-ala kerajaan, maka Sunda Empire lebih terlihat seperti kelompok ala-ala kesatuan militer. Belakangan dua kelompok ala-ala ini diduga berafiliasi.

Halaman
1234
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved