WIKI BANGKA

Sensasi Menyeruput Kopi Afo, di Tengah Kota Sungailiat Nuansa Lawas

Sang pemilik, Afo menceritakan, warkop dengan desain interior kuno ini, sudah berdiri sejak awal tahun sembilan puluhan.

Sensasi Menyeruput Kopi Afo, di Tengah Kota Sungailiat Nuansa Lawas
bangkapos/ramandha
Suasana Warkop Afo, di Kota Sungailiat 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Meminum segelas kopi adalah suatu kebiasaan yang hampir tak terhindarkan bagi sebagian besar masyarakat.

Untuk itu, bagi Anda yang memang pecandu maupun penikmat kopi, pastinya akan terus melakukan perburuan warung kopi (warkop) yang dapat menenangkan pikiran dan perasaan.

Kali ini, Bangkapos.com, akan mencoba membawa Anda sekalian untuk ikut merasakan kenikmatan satu diantara Warkop yang ada di Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka..

Suasana Warkop Afo, di Kota Sungailiat
Suasana Warkop Afo, di Kota Sungailiat (bangkapos/ramandha)

Terletak di Jalan Muhidin, Sungailiat, Warkop Afo boleh jadi pilihan baru bagi Anda yang ingin mencoba merasakan nikmatnya ngopi dengan suasana hepi.

Warkop ini sendiri, berada di tengah Kota Sungailiat. Namun, dengan letaknya yang agak sedikit tersembunyi, Warkop Afo sedikit luput dari pandangan.

Warkop Afo, di Kota Sungailiat
Warkop Afo, di Kota Sungailiat (bangkapos/ramandha)

Walau keberadaannya kurang diketahui masyarakat, ternyata Warung Kopi Afo, termasuk warkop jadul (jaman dulu) yang terbilang cukup lama berdiri.

Sang pemilik, Afo menceritakan, warkop dengan desain interior kuno ini, sudah berdiri sejak awal tahun sembilan puluhan.

Afo mengatakan, mulai mempunyai keinginan untuk memulai usaha warkop, ketika kejenuhannya ketika menggeluti usaha sebelumnya, yakni berjualan alat kelontong.

"Saya pernah jual alat dapur seperti wajan, kompor dan lain-lain. Waktu itu, Saya merasa tidak mau lagi jualan, jadi mau usaha lain. Lalu berdirilah warkop ini," jelasnya kepada Bangkapos.com, Sabtu (18/1/2020).

Afo pemilik warkop di Sungailiat
Afo pemilik warkop di Sungailiat (bangkapos/ramandha)

Alasan Afo meninggalkan usaha toko kelontongnya itu, diakuinya, penghasilan dari toko kelontong dianggap kurang.

Halaman
12
Penulis: Ramandha
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved