Gempa Hari Ini

Gempa Bumi di Bulan Januari 2020 Sudah 31 Kali Mengguncang Berbagai Daerah di Indonesia

Dari kejadian gempa bumi selama ini, guncangan akibat gempa dengan kekuatan lebih dari magnitudo 5 ada yang bisa dirasakan oleh warga di daratan ...

KOMPAS.com/LAKSONO HARI W
Gempa bermagnitudo 5,0 atau lebih besar yang terjadi di wilayah Indonesia selama 50 tahun sejak 1968 hingga September 2018 yang dicatat oleh USGS. Data diambil pada 30 September 2018 pukul 20.00 WIB 

12. Sumba, Tambolaka (NTT) 4,7 SR

Kamis, 9 Januari 2020
Badam Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat Gempa bermagnitudo 4,7 SR (Skala Richter) mengguncang Ibu Kota Kabupaten Sumba, Tambolaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terjadi hari Kamis, (9/1/2020) pada dini hari sekira pukul 00.41 WIB. Lokasi gempa berada di 9.41 Lintang Selatan (LS), 119.35 Bujur Timur (BT) 18 kilometer Tenggara Tambolaka.

Pusat gempa itu berada di kedalaman 76 Km. Belum diketahui adanya korban atau kerusakan akibat gempa itu.
BMKG menyebut getaran akibat gempa dirasakan di wilayah Bima, Dompu dan Tambolaka. Getaran gempa terasa dengan skala MMI II-III, atau dirasakan oleh beberapa orang dan menggoyangkan benda-benda ringan yang digantung.

13. Ciamis 4,8 SR

Kamis, 9 Januari 2020
Gempa mengguncang Ciamis dan sekitarnya pada 05:05:31 WIB, Kamis, 9 Januari 2020. BMKG mengumumkan gempa bumi tersebut berkekuatan Magnitudo 4.8 SR.

Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa Ciamis berada pada titik koordinat 8.1 LS 107.95 BT. Menurut BMKG pusat gempa berada di Laut 54 km Barat Daya Kab Tasikmalaya. Adapun kedalaman pusat gempa (hiposentrum) tersebut adalah 11 Km. BMKG juga mengingatkan agar masyarakat di Ciamis mewaspadai potensi gempa susulan.

14. Lombok Barat, 3 SR

Jumat, 10 Januari 2020
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 3 Skala Richter (SR) di Lombok Barat dan sekitarnya pada hari ini, Jumat 10 Januari 2020 pada pukul 00.20:10 WIB. berada pada titik koordinat 8.57 LS 116.33 BT.

Menurut BMKG pusat gempa berada di darat 16 km Timur Laut LOmbok Tengah. Adapun kedalaman pusat gempa (hiposentrum) tersebut adalah 10 Km. BMKG juga mengingatkan agar masyarakat di Lombok Barat mewaspadai potensi gempa susulan. Berdasarkan data yang dirilis BMKG, guncangan akibat gempa Lombok Barat hari ini dirasakan pada sejumlah tempat berikut II Lombok Barat II Lombok Tengah II Mataram.

15. Tobelo, Maluku Utara, 5,3 SR

Jumat, 10 Januari 2020
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada hari ini mencatat kejadian gempa di dekat Tobelo, Maluku Utara pada 07:13:11 WIB, Jumat, 10 Januari 2020. Data BMKG diambil dari laman bmgk.go.id menunjukkan gempa Tobelo, Maluku Utara hari ini berkekuatan Magnitudo 5.3 SR.
Pusat gempa berada pada titik koordinat 2.40 LU 127.51 BT. Sedangkan kedalaman pusat gempa tersebut adalah 23 Km.

Lokasi pusat gempa Tobelo, Maluku Utara berada pada 91 km Barat Laut Tobelo, Maluku Utara. BMKG menyatakan gempa Tobelo, Maluku Utara tidak berpotensi tsunami.

16. Pangandaran, 4,5 SR

Sabtu, 11 Januari 2020
Kembali Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat Gempa Bumi pada hari ini Sabtu 11 Januari 2020 pada pukul 05:06:29 WIB di wilayah Kabupaten Pangandaran dan sekitarnya dengan berkekuatan Magnitudo 4,5 Skala Richter (SR).

Data BMKG menunjukkan gempa bumi di Garut tersebut berada pada titik koordinat 8.17 LS 107.91 BT. Dengan pusat gempa berada di laut pada jarak 83 km Barat Daya Kabaupaten Pangandaran dengan kedalaman 11 kilometer. BMKG juga mengingatkan agar masyarakat di Garut mewaspadai potensi gempa susulan.

17. Lombok Barat, 4,3 SR

Minggu, 12 Januari 2020
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada hari Minggu, (12/1/2020) mencatat kejadian gempa bumi di Lombok Barat pada pukul 16:59:30 WIB. Data BMKG dari laman bmgk.go.id menunjukkan gempa bumi di Lombok Barat Berkekuatan Magnitudo 4,3 SR.
Pusat gempa berada pada titik koordinat 9.12 LS.115.84 BT. Sedangkan kedalaman pusat gempa tersebut adalah 90 Km.

Lokasi pusat gempa berada dilaut 58 km Barat Daya Lombok Barat. BMKG menyatakan gempa di Lombok Barat tidak berpotensi tsunami.
wilayah yang merasakan gempa meliputi (Skala:KM) II-III Mataram, II-III Lombok Barat, II-III Lombok Tengah dan II Kuta.

18. Aceh singkil, 4,6 SR

Minggu, 12 Januari 2020
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada hari Minggu, (12/1/2020) mencatat kejadian gempa bumi di Kabupaten Aceh Singkil pada pukul 17:45:17 WIB. Data BMKG dari laman bmgk.go.id menunjukkan gempa bumi di kabupaten Aceh Singkil Berkekuatan Magnitudo 4,6 Skala Richter (SR).
Pusat gempa berada pada titik koordinat 2.09 LU.97.82 BT. Sedangkan kedalaman pusat gempa tersebut adalah 20 Km.

Lokasi pusat gempa berada di laut 27 km Tenggara Kabupaten Aceh Singkil. BMKG menyatakan gempa di Aceh Singkil tidak berpotensi tsunami.
wilayah yang merasakan gempa meliputi (Skala:KM) II Singkil.

19. Lombok Utara, 3,4 SR

Minggu, 12 Januari 2020
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada hari Minggu, (12/1/2020) mencatat kejadian gempa bumi di Lombok Utara pada pukul 17:45:17 WIB. Data BMKG dari laman bmgk.go.id menunjukkan gempa bumi di Lombok Utara Berkekuatan Magnitudo 3,4 Skala Richter (SR).
Pusat gempa berada pada titik koordinat 8.3 LS. 116.18 BT. Sedangkan kedalaman pusat gempa tersebut adalah 10 Km.

Lokasi pusat gempa berada di laut 6 km Timur laut Lombok Utara. BMKG menyatakan gempa di Lombok Utara tidak berpotensi tsunami.
wilayah yang merasakan gempa meliputi (Skala:KM) II Lombok Utara.

20. Labuha-Obi, 3,2 SR

Selasa, 14 Januari 2020
Menurut catatak BMKG gempa bumi berkekuatan 3.2 SR terjadi di Labuha - Obi pukul 05:11:22 WIT.
Lebih tepatnya 29 km barat daya Labuha dan 60 km barat laut Obi, Maluku Utara.
Berdasarkan titik koordinatnya, gempa terjadi di 0.87 LS dan 127.38 BT.
Gempa terjadi di kedalaman 10 km dan tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

21. Maluku Utara, 3,3 SR

Selasa, 14 Januari 2020
BMKG mencatat gempa kedua tersebut disusul gempa 3.3 SR pukul 05:13:13 WIT di lokasi yang berdekatan.
Tepatnya di 19 km selatan Labuha dan 62 km Obi, Maluku Utara.
Berdasarkan titik koordinatnya, gempa terjadi di 0.81 LS dan 127.48 BT.
Gempa terjadi di kedalaman 10 km dan tak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

22. Piru-Kairatu, 4,2 SR

Selasa, 14 Januari 2020
Di lokasi yang berbeda gempa 4.2 SR terjadi pukul 13:41:15 WIT di Piru-Kairatu, Seram Bagian Barat.
Lebih tepatnya 33 km barat Piru dan 62 km barat laut Kairatu, Seram Bagian Barat.

Beradasarkan titik koordinatnya, gempa terjadi di 3.01 LS dan 127.9 BT.
Gempa terjadi di kedalaman 10 km dan tidak berpotensi  tsunami.

23. Piru-Kairatu, 3,7 SR

Selasa, 14 Januari 2020
Terbaru, gempa 3.7 SR menyusul gempa sebelumnya di lokasi yang berdekatan.
Pukul 13:44:14 WIT, gempa 3.7 SR kembali mengguncang Piru-Kairatu.

Lebih tepatnya di 26 km barat Piru dan 57 km barat laut Kairatu, Seram Bagian Barat.
Gempa terjadi di kedalaman 10 km dan tak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.
Gempa bumi dapat terjadi di mana dan kapan saja, maka dari itu kita harus selalu waspada dan antisipasi.

24. Ambon, 2,4 SR

Rabu, 15 Januari 2020
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa Ambon dan sekitarnya pada hari ini, Rabu 15 Janurai 2020, kejadian pada pukul 10:00 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,4 Skala Richter (SR).

BMKG mencatat keberadaan gempa bumi pada titik koordinat 3.56 LS 128.26 BT. Dengan pusat gempa berada di darat 17 km Timur Laut Ambon. Adapun kedalaman pusat gempa tersebut adalah 10 Km. BMKG juga mengingatkan agar masyarakat di Ambon mewaspadai potensi gempa susulan. Gempa dirasakan (Skala MMI) II Ambon.

25. Karangasem (Bali) 3,4 SR

Kamis, 16 Januari 2020
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat Gempa Bumi tektonik di Karang Asem dan sekitarnya pada hari ini, Kamis 16 Januari 2020 pada pukul 05:13:18 WITA denga kekuatan Magnitudo 3,4 Skala Richter (SR).

Menurut BMKG pusat gempa berada di laut 23 km Tenggara Karangasem. Adapun kedalaman pusat gempa (hiposentrum) tersebut adalah 13 km, dengan titik koordinat 8.48 LS 115.69 BT.
BMKG juga mengingatkan agar masyarakat di Karang Asem mewaspadai potensi gempa susulan. Berdasarkan data yang dirilis BMKG, guncangan akibat gempa Karang Asem hari ini dirasakan pada sejumlah tempat berikut (Skala:MMI) II-III Karang Asem.

26. Bulukumba, 4,3 SR

Kamis, 16 Januari 2020
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat Gempa Bumi tektonik di Bulukumba dan sekitarnya pada hari ini, Kamis 16 Januari 2020 pada pukul 15:35:23 WIB dengan kekuatan Magnitudo 4,3 Skala Richter (SR).

Menurut BMKG pusat gempa berada di laut 23 km Tenggara Bontomatene, Selayar.
Adapun kedalaman pusat gempa (hiposentrum) tersebut adalah kedalaman 10 km, dengan titik koordinat 5.71 LS 120.61 BT.

Berdasarkan data yang dirilis BMKG, guncangan akibat gempa bumi yang dirasakan pada sejumlah tempat berikut (Skala:MMI) II-III Benteng dan II Bulukumba.

27. Ambon, 2,7 SR

Jumat, 17 Januari 2020
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada hari ini Jumat, 17 Januari 2020 terjadi Gempa Bumi di Ambon pada pukul 16:57:00 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,7 4 Skala Richter (SR).
Menurut Data BMKG mengumumkan posisi pusat gempa Ambon berada pada titik koordinat 3.59 LS 128.27 BT.

Kedalaman pusat gempa tersebut adalah 10 km. Selain itu, berdasarkan data yang dirilis BMKG, lokasi pusat gempa Ambon hari ini berada pada 15 km Timur Laut Ambon.
BMKG menyatakan gempa Ambon tidak berpotensi tsunami.
Guncangan akibat gempa bumi yang dirasakan pada sejumlah tempat berikut (Skala:MMI) II Ambon.

28. Maluku Tengah, 3,4 SR

Jumat, 17 Januari 2020
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada hari ini Jumat, 17 Januari 2020 terjadi Gempa Bumi di Maluku Tengah pada pukul 16:40:13 WIB dengan kekuatan Magnitudo 3,4 Skala Richter (SR).
Menurut Data BMKG mengumumkan posisi pusat gempa Maluku Tengah berada pada titik koordinat 3.34 LS 128.93 BT.

Kedalaman pusat gempa tersebut adalah 10 km. Selain itu, berdasarkan data yang dirilis BMKG, lokasi pusat gempa Maluku Tengah hari ini berada pada 1 km Tenggara Masohi-Maluku Tengah.
BMKG menyatakan gempa Bengkulu Selatan tidak berpotensi tsunami.
Guncangan akibat gempa bumi yang dirasakan pada sejumlah tempat berikut (Skala:MMI) III Masohi.

29. Mamasa, 3,5 SR

Jumat, 17 Januari 2020
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada hari ini Jumat, 17 Januari 2020 terjadi Gempa Bumi di Mamasa pada pukul 15:14:55 WIB dengan kekuatan Magnitudo 3,5 Skala Richter (SR).
Menurut Data BMKG mengumumkan posisi pusat gempa Bengkulu Selatan berada pada titik koordinat 2.76 LS 119.46 BT.

Kedalaman pusat gempa tersebut adalah 16 km. Selain itu, berdasarkan data yang dirilis BMKG, lokasi pusat gempa Mamasa hari ini berada pada 13 km Barat Laut Mamasa.
BMKG menyatakan gempa Bengkulu Selatan tidak berpotensi tsunami.
Guncangan akibat gempa bumi yang dirasakan pada sejumlah tempat berikut (Skala:MMI) III Mamasa.

30. Bengkulu Selatan, 4,5 SR

Jumat, 17 Januari 2020
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada hari ini Jumat, 17 Januari 2020 terjadi Gempa Bumi di Bengkulu Selatan pada pukul 08:34:44 WIB dengan kekuatan Magnitudo 4,5 Skala Richter (SR).
Menurut Data BMKG mengumumkan posisi pusat gempa Bengkulu Selatan berada pada titik koordinat 4.9 LS 102.85 BT.

Kedalaman pusat gempa tersebut adalah 28 km. Selain itu, berdasarkan data yang dirilis BMKG, lokasi pusat gempa Bengkulu Selatan hari ini berada pada 50 km Barat Daya Bengkulu Selatan.
BMKG menyatakan gempa Bengkulu Selatan tidak berpotensi tsunami.
Guncangan akibat gempa bumi yang dirasakan pada sejumlah tempat berikut (Skala:MMI) II Manna.

31. Maluku Tenggara, 5,3 SR

Sabtu, 18 Januari 2020
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada hari ini Sabtu, 18 Januari 2020 terjadi Gempa Bumi di Maluku Tenggara pada pukul 08:31:15 WIB dengan kekuatan Magnitudo 5,3 Skala Richter (SR).

Menurut Data BMKG mengumumkan posisi pusat gempa Maluku Tenggara itu berada pada titik koordinat 6.64 LS 132.04 BT. Sedangkan kedalaman pusat gempa tersebut adalah 82 Km. Selain itu, berdasarkan data yang dirilis BMKG, lokasi pusat gempa Maluku Tenggara hari ini berada pada 132 km Barat Daya Maluku Tenggara. BMKG menyatakan gempa Maluku Tenggara hari ini tidak berpotensi tsunami.

CATATAN INFORMASI
Sebagai informasi, Skala MMI (Skala Mercalli) adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada 1902. Skala MMI lalu dimodifikasi oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann pada 1931.

Skala MMI terbagi menjadi 12 kategori dampak guncangan gempa bumi. Petunjuk soal dampak gempa yang dimaksudkan pada setiap kategori skala MMI adalah sebagai berikut: Skala I MMI: Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang Skala II MMI: Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Skala III MMI: Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Skala IV MMI: Getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Skala V MMI: Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Skala VI MMI: Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik bisa rusak, kerusakan ringan.

Skala VII MMI: Setiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur.

Cerobong asap pecah. Getaran dirasakan oleh orang yang naik kendaraan. Skala VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen bisa roboh. Air menjadi keruh. Skala IX MMI: Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tak lurus, banyak retak.

Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus. Skala X MMI: Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah pun terbelah, rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam. Skala XI MMI: Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

Skala XII MMI: Hancur sama sekali, Gelombang tampak di permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap.

Benda-benda terlempar ke udara. Untuk diketahui, sebagian besar wilayah Indonesia termasuk daerah rawan gempa. Merujuk pada data BMKG, selama 1976-2006 saja, telah terjadi 3.486 gempa bumi dengan magnitudo lebih dari 6,0. Apa penyebab gempa bumi? Dari segi penyebab, gempa bumi bisa dibedakan dalam 2 jenis.

Pertama, gempa tektonik yang terjadi karena pergerakan atau pergeseran lapisan batuan di kulit bumi, secara tiba-tiba. Fenomena itu terjadi akibat pergerakan lempeng-lempeng tektonik. Selain itu, gempa bisa terjadi karena aktivitas gunung api. Jenis kedua ini disebut gempa bumi vulkanik.

Pergerakan lapisan batuan di dalam bumi secara tiba-tiba dapat menghasilkan energi yang dipancarkan ke segala arah berupa gelombang seismik. Saat gelombang itu mencapai permukaan bumi, getarannya bisa merusak segala sesuatu, seperti bangunan, hingga dapat menimbulkan korban jiwa.

Pengertian Gempa
Menurut Wikipedia Gempa Bumi adalah getaran atau getar-getar yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi (lempeng Bumi).

Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang dialami selama periode waktu. Gempa Bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. Moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa Bumi terjadi untuk seluruh dunia.

Skala Rickter adalah skala yang dilaporkan oleh observatorium seismologi nasional yang diukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude.

Kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. Gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan jika besarnya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa.

Jenis Gempa Bumi Berdasarkan Penyebab

1. Gempa Bumi Tektonik
Gempa Bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng-lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempa bumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di Bumi, getaran gempa Bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian Bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh pelepasan tenaga yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba.

2. Gempa Bumi Tumbukan
Gempa Bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke Bumi, jenis gempa Bumi ini jarang terjadi

3. Gempa Bumi Runtuhan
Gempa Bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.

4. Gempa Bumi Buatan
Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.

5. Gempa Bumi Vulkanik (Gunung Api)
Gempa Bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempa bumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.

DOA KETIKA ADA GEMPA

Jangan lupa bagi umat Muslim ketika ada kejadian gempa agar membaca doa, bisa mencoba untuk membaca doa ini ketika gempa bumi terjadi.

اَللَّهُمّ إِنّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ؛ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّمَافِيْهَا وَشَرِّمَا أَرْسَلْتَ بِهِ

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang didalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan."

Jadi jika mengalami gempa di tempat tinggal kamu, jangan panik. Perbanyak berdoa dan berdzikir agar Allah SWT selalu menjaga kita.

Saat terjadinya gempa atau mengalami beberapa bencana-bencana lain yang membahayakan keselamatan jiwa, disarankan untuk membaca doa.

 (Bangkapos.com/Deddy Purwadi)

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved