WIKI BANGKA

Gerakan Infak Beras Sedekah Seribu Rupiah untuk Santri Yatim

GERAKAN Infaq Beras (GIB) merupakan program untuk membahagiakan dan mensupport kebutuhan santri yatim, penghafal Alquran, fiisabilillah.

Gerakan Infak Beras Sedekah Seribu Rupiah untuk Santri Yatim
Ist
GERAKAN Infaq Beras (GIB) merupakan program untuk membahagiakan dan mensupport kebutuhan santri yatim, penghafal Alquran, fiisabilillah. 

BANGKAPOS.COM--GERAKAN Infaq Beras (GIB) merupakan program untuk membahagiakan dan mensupport kebutuhan santri yatim, penghafal Alquran, fiisabilillah.

Banyak orang berpikir untuk menjadi orangtua asuh harus punya banyak uang. Padahal itu ternyata keliru dengan adanya komunitas yang menawarkan program sedekah murah, yakni melalui Gerakan Infaq Beras Bangka Belitung.

Komunitas GIB ini sudah berjalan selama 18 bulan, dan merupakan cabang ke 20 di Indonesia. GIB Babel berlokasi di Jalan Stania Kelurahan Bukit Merapin Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang.

GIB Bangka Belitung memberikan kesempatan kepada masyarakat Bangka Belitung untuk menjadi orangtua asuh bagi anak yatim dan penghapal Alquran dengan menyisihkan Rp 25.000 setiap bulan atau Rp 1.000 rupiah perhari.

Infaq beras
Gerakan Infaq beras untuk santri yatim di Bangka Belitung (ist)

"Kami mengajak masyarakat untuk menyisihkan seribu rupiah perhari atau Rp 25.000 perbulannya untuk kita salurkan kepada anak yatim dan penghapal Alquran. Dana tersebut nantinya kita belikan beras dengan kuat terbaik," kata Ketua Gerakan Infaq Beras Bangka Belitung, Ondhink kepada bangkapos group.

Ia mengatakan, GIB mentargetkan untuk mensuplai beras kepada 9000 santri yang ada di Bangka Belitung, dan 57 pondok pesantren. Adapun kebutuhan berasnya sebanyak 63 ton, namun baru terpenuhi 10 ton saja saat ini.

"Untuk itu kita terus sosialisasi ke masyarakat untuk turut menyisihkan rejekinya. Insya Allah kami optimistis, kalau kita bantu ramai-ramai target tersebut bisa tercapai, sehingga seluruh santri dan ponpes bisa kita suplai kebutuhan berasnya," ungkap Ondhink.

Ia menambahkan, kenapa harus beras? karena beras merupakan kebutuhan pokok, di mana budget untuk membeli beras ini cukup besar, terutama di pondok-pondok pesantren.

"Kalau pun bantuan beras ini surplus, kita alihkan untuk kebutuhan fungsional lainnya, seperti program mata air santri, pembebasan lahan untuk pembangunan pondok pesantren dan lainnya," ungkap Ondhink seraya mengucapkan syukur atas kepercayaan penuh selama ini dari para donatur.

Dikatakannya, GIB juga menghadirkan program 'Jumat Bahagia' dengan mengajak anak-anak yatim dan anak-anak pondok jalan-jalan ke luar, seperti rekreasi ke alam terbuka, berbelanja ke pusat perbelanjaan dan lainnya.

Halaman
12
Penulis: Widodo
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved