Berita Sungailiat

Jaksa Tahan Dul Ketam dan Herman, Pengusaha Ini Diduga Bakar Hutan dan Lahan di Kawasan Lintas Tmur

Setelah tersangka dan barang bukti dilimpahkan ke Kejari Bangka, status mereka berubah menjadi tahanan rumah tahanan atau tahanan rutan.

Jaksa Tahan Dul Ketam dan Herman, Pengusaha Ini Diduga Bakar Hutan dan Lahan di Kawasan Lintas Tmur
bangkapos.com / istimewa
Tampak Dul Ketam digelandang Pihak Kejari Bangka menuju Rutan Bukitsemut Sungailiat Bangka, Senin (20/1/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Seorang pengusaha asal Kecamatan Merawang Bangka, Abdullah alias Dul Ketam dan Herman ditahan jaksa.

Penahanan itu dilakukan oleh Penuntut Umum Kejari Bangka beberapa saat setelah pelimpahan tahap dua perkara ini oleh Penyidik Polres Bangka, Senin (20/1/2020).

Kedua tersangka ditahan jaksa dalam kasus dugaan pembukaan lahan menggunakan alat berat jenis eksavator (PC) mini yang kemudian diduga berakibat pada kebakaran hutan dan lahan di kawasan Lintas Timur Kecamatan Merawang Bangka beberapa bulan silam, saat musim kemarau.

Keduanya ditangkap Polres Bangka dan ditetapkan sebagai tahanan kota selama beberapa waktu oleh pihak kepolisian. Keduanya tidak ditahan saat kasus ini disidik oleh kepolisian. 

Setelah tersangka dan barang bukti dilimpahkan ke Kejari Bangka, status mereka berubah menjadi tahanan rumah tahanan atau tahanan rutan. Kepala Kejari (Kajari) Bangka, R Jefry Huawe kepada sejumlah wartawan, Senin (20/1/2020) menjelaskan soal penahanan ini.

"Tersangka atas nama Abdulah alias Dul Ketam dan Herman. Masing masing berkas perkara tersangka dinyatakan P21 (lengkap), telah memenuhi syarat formil untuk kemudian segera dilimpahkan ke pengadilan untuk diuji setiap alat bukti yang nantinya dipakai sebagai dasar penuntutan terhadap tindak pidana yang dilakukan dua tersangka," kata Kajari.

Jaksa, menurut Jefry,  secara profesional telah menyiapkan surat dakwaan dan persiapan lainnya sebelum perkara jatuh ke 'meja hujau'. Sehingga diupayakan pelimpahan perkara ke pengadilan Negeri (PN) Sungailiat secepat mungkin.

"Petimbangannya perkara Karhuta merupakan perkara penting dan mendapat perhatian publik. Diharapkan perkara ini tidak menimbulkan kontra produktif Kamtibmas," kata Kajari memastikan proses yang dilakukan jaksa sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Setelah menetapkan status tersangka sebagai tahanan Rutan, jaksa kemudian menitipkan kedua tersangka di Rutan Bukitsemut Sungailiat Bangka sambil menunggu proses hukum bergulir ke pengadilan.

"Keduanya kita lakukan penahanan, dititipkan di Rutan Bukitsemut," katanya.

Mengenai proses penahanan di Rutan, Kajari mengaku punya  pertimbangan tersendiri, yaitu pertimbangan subyektif dan obyektif.

"Kejaksaan punya pertimbangan sendiri, penyidik punya pertimbangan sendiri. Artinya dalam KUHAP ada kewajiban menghadirkan tersangka dan barang bukti.  Pertimbangan semua aspek sehingga jaksa melakukan penahanan," kata Kajari seraya menyebut sekitar 3 hektare hutan dan lahan di lintas Timur Kecamatan Merawang Bangka terbakar diduga ulah tersangka Dul Ketam dan Herman dan keduanya terancam pidana penjara selama 10 tahun. (Bangkapos.com/ Ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved