Kasus Korupsi Beasiswa

Rosmawati Akui Cairkan Rp 550 Juta Uang Beasiswa Lalu Setorkan ke Rekening Pribadi

Kesaksian ini disampaikan oleh Rosmawati dalam lanjutan sidang tindak pidana korupsi beasiswa Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka yang digelar

Rosmawati Akui Cairkan Rp 550 Juta Uang Beasiswa Lalu Setorkan ke Rekening Pribadi
Bangkapos/Ramandha
Rosmawaty, terdakwa Korupsi Beasiswa Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka saat menghadiri sidang di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang, Senin (20/1/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Terdakwa kasus Tindak Pidana Korupsi Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka, Rosmawati mengakui uang beasiswa dalam bentuk cek sebesar Rp 550 juta untuk 11 mahasiswa penerima dicairkannya dan kemudian disetorkan ke rekening pribadinya.

Cek senilai Rp 550 juta itu diserahkan Bendahara, Damayanti kepada Rosmawati pada tanggal 29 Desember 2016. Seharusnya cek yang dicairkan itu langsung disetorkannya ke rekening masing-masing 11 mahasiswa penerima.

Kesaksian ini disampaikan oleh Rosmawati dalam lanjutan sidang tindak pidana korupsi beasiswa Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka yang digelar di Pengadilan Tipikor Kota Pangkalpinang, Senin (20/1/2020).

Terdakwa dalam perkara tersebut yakni Rosmawati dan Riky Ramdhani. Agenda sidang mendengarkan kesaksisan terdakwa Rosmawati.

BACA JUGA: Jabatan Bukan Bendahara, Jaksa Heran Terdakwa Rosmawati Bisa Cairkan Cek Rp 550 Juta

Sidang tersebut dipimpin langsung oleh Majelis Hakim, Rendra Yozar Dharma Putra,

Dalam kesaksiannya  Rosmawati yang mengatakan telah diamanatkan oleh Damayanti untuk mencairkan sebuah cek.

Rosmawati mengatakan Damayanti saat memberikan cek sempat mengungkapkan pencairan cek tersebut juga sudah diketahui Riky. Karenanya ia tidak perlu lagi meminta izin Riky sebagai atasan.

"Pas saya ambil ceknya untuk dicairkan, kata Damayanti Pak Riky sudah mengetahuinya. Jadi saya langsung mencairkannya di Bank Sumselbabel," jelasnya saat memberikan kesaksian di depan Majelis Hakim.

Kejadian itu juga terlihat dari penugasan Rosmawaty olehnya yang ditugaskan mengatur soal-soal keuangan.

Tugas itu berupa mencairkan cek, menyimpan uang hingga mentransfer. Dimana diketahui tugas ini berbanding terbalik dengan tupoksi Rosmawaty yang bertindak sebagai sekretaris.

"Di tanggal 29 Desember 2016, saya dikasih cek oleh bendahara (Damayanti) sejumlah Rp 550 Juta untuk ditransfer kepada mahasiswa di Jogja. Itu untuk kebutuhan mereka di tahun berikutnya," ungkap Rosmawaty.

Halaman
12
Penulis: Kemas Ramandha
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved