Berita Pangkalpinang

Tiga Titik akan Dipasang Seismograf, Begini Penjelasan Mengenai Geologi Pulau Bangka

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Pangkalpinang akan segera memasang seismograf alat pedeteksi gempa

Tiga Titik akan Dipasang Seismograf, Begini Penjelasan Mengenai Geologi Pulau Bangka
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Dosen Geologi Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung, Irvani 

Tiga Titik akan Dipasang Seismograf, Begini Penjelasan Mengenai Geologi Pulau Bangka

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Pangkalpinang akan segera memasang seismograf alat pedeteksi gempa di tiga titik meliputi Kabupaten Bangka, Bangka Barat, dan Bangka Selatan pada tahun 2020 ini.

Pemasangan seismograf ini bisa menjadi satu cara mengantisipasi terjadi gempa, yang mungkin menyentuh Bangka Belitung.

Dosen Geologi Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung, Irvani menjelaskan mengenai kondisi geologi di Pulau Bangka.

Secara fisiografi Pulau Bangka merupakan pulau yang terletak di Paparan Sunda bagian Tin Islands pada Sundaland Craton.

"Pulau Bangka tesusun dari batuan urutan tua - muda meliputi batuan metamorf Kompleks Malihan Pemali (CPp), Diabas Penyabung (PTrd), batuan sedimen Formasi Tanjung Genting (Trt), batuan beku asam Granit Klabat (TrJkg), batuan sedimen belum terkompaksikan Formasi Ranggam (TQr), dan Endapan Kuarter (Qa)," jelas Irvani saat ditemui bangkapos.com di Kampus UBB Balunijuk, Senin (20/1/2020).

Pada umumnya struktur geologi dibagi meliputi primer dan sekunder. Struktur sekunder ini yang biasanya berhubungan dengan gempa yang meliputi lipatan, kekar dan patahan.

"Kekar dan patahan pada dasarnya sama-sama rekahan. Kalau belum bergeser namanya kekar tapi kalau bergeser namanya patahan. Sedangkan patahan ini yang menjadi satu sumber gempa, "ujarnya.

Patahan terbagi menjadi patahan aktif dan patahan tidak aktif, di pulau Bangka bila dilihat dari peta geologi terdapat banyak patahan, akan tetapi diyakini patahan tersebut tidak aktif.

"Patahan tidak aktif tersebut karena di pulau Bangka jauh dari tumpukan lempeng. Kita juga pernah melakukan beberapa kali penelitian mengenai potensi gempa, kan tetapi tidak secara mendetail,"tambahnya.

Halaman
1234
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved