Berita Bangka Selatan

Begini Curhat Kepala SMAN 1 Lepar Pongok Kepada Tiga Anggota DPRD Bangka Belitung Saat Lakukan Reses

Kepala SMA Negeri 1 Lepar Pongok, Jasman menyebutkan di sekolah tempatnya mengabdi memiliki berbagai kendala karena di lokasi yang cukup jauh

Begini Curhat Kepala SMAN 1 Lepar Pongok Kepada Tiga Anggota DPRD Bangka Belitung Saat Lakukan Reses
Bangka Pos/Jhoni Kurniawan
Peserta Didik SMA Negeri 1 Lepar Pongok saat menerima kunjungan tiga Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu Marsidi, Rina Tarol dan Toni Purnama pada Selasa, (21/1/2020) 

Begini Curhat Kepala SMAN 1 Lepar Pongok Kepada Tiga Anggota DPRD Bangka Belitung Saat Lakukan Reses

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Lepar Pongok, Jasman bersama pengawas pendidikan SMA Negeri 1 Lepar Pongok, tenaga pengajar dan peserta didik menerima kedatangan tiga anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu Marsidi Satar, Rina Tarol dan Toni Purnama, Selasa, (21/1/2020).

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari masa reses yang dilalukan oleh ketiga anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung.

Setelah penyambutan, tiga tamu ini bersama tim memasuki Aula SMA Negeri 1 Lepar Pongok untuk berdiskusi terkait dengan situasi dan kondisi yang ada di SMA Negeri 1 Lepar Pongok.

Tiga Anggota DPRD Bangka Belitung saat mendengarkan aspirasi yang disampaikan Kepala SMA Negeri 1 Lepar Pongok, Selasa, (21/1/2020)
Tiga Anggota DPRD Bangka Belitung saat mendengarkan aspirasi yang disampaikan Kepala SMA Negeri 1 Lepar Pongok, Selasa, (21/1/2020) (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Kepala SMA Negeri 1 Lepar Pongok, Jasman menyebutkan di sekolah tempatnya mengabdi memiliki berbagai kendala karena memang secara kondisional berada di lokasi yang cukup jauh dari pusat kota bahkan harus terpisah pulau dari pulau induk yakni Pulau Bangka.

Selain itu secara fisik, SMA Negeri 1 Lepar Pongok juga tidak memiliki pagar sehingga meminta bantuan agar bisa dibuatkan pagar sehingga keamanan dapat terjaga.

Sedangkan mengeni bus sekolah menurut Jasman, saat ini ada dua armada yang melayani peserta didik di Desa Tanjung Sangkar dan Desa Penutuk.

"Hingga saat ini kapasitas bus sudah tidak lagi dapat mengakomodasi keperluan peserta didik yang tinggal jauh dari sekolah sehingga kami meminta bantuan jika dapat direalisasikan demi keselamatan peserta didik," ujar Jasman.

Beberapa waktu lalu, Jasman menyebutkan pihaknya telah pernah meminta bantuan armada bus namun hingga kini belum ada realisasinya.

"Keselataman siswa menjadi prioritas kami sehingga dengan adanya armada bus ini diharap dapat menjadi prioritas pemerintah daerah," harap Jasman. (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved