Berita Sungailiat

BPBD Bangka Petakan 38 Titik Rawan Banjir

Titik rawan banjir berdasarkan data kejadian banjir terbesar tahun 2016 ada 38 titik yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Bangka.

BPBD Bangka Petakan 38 Titik Rawan Banjir
Bangkapos.com/Edwardi
Pembuatan talud dan pengerukan alur sungai di lingkungan Parit Pekir Kelurahan Sungailiat Kecamatan Sungailiat dalam rangka mengatasi banjir. 

BANGKAPOS.COM -- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka, Anshori T Muslim mengatakan berdasarkan data yang ada potensi bencana yang sering terjadi di Kabupaten Bangka ada empat, yakni banjir, angin kencang, petir dan gelombang tinggi.

"Memang yang paling dominan terjadi di Kabupaten Bangka adalah bencana banjir," kata Anshori kepada Bangkapos.com, Selasa (21/01/2020) di kantornya.

Diungkapkannya, titik rawan banjir berdasarkan data kejadian banjir terbesar tahun 2016 ada 38 titik yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Bangka.

"Data 38 titik rawan banjir ini sedang kita up date kembali karena berdasarkan kondisi terkini tidak 38 titik banjir lagi, karena beberapa titik tertentu yang sudah dilakukan patroli yakni di Parit Pekir kalau ada rob dan curah hujan tinggi mudah-mudahan sudah teratasi," tukas Anshori.

Diakuinya cara survei untuk up date data terkini titik rawan banjir dengan mendatangi titik-titik rawan banjir ini.

"Mudah-mudahan dengan sudah terbentuknya Tim Terpadu Penanggulangan Bencana ini maka minimal kita sudah menyiapkan kondisi pra bencana, hasil patroli ke titik-titik rawan bencana itu nantinya akan direkomendasikan ke OPD-OPD terkait," tukas Anshori.

Dicontohkannya bila menemukan ada endapan yang membutuhkan pengerukan maka akan dilaporkan ke Dinas PUPR,jika ada menemukan ada penyumbatan saluran bisa meminta bantuan petugas pemadam kebakaran dan lainnya.

"Intinya BPBD ini tidak bisa bekerja sendirian tetapi harus bekerjasama lintas sektoral dengan OPD-OPD lainnya, karena kita sifatnya koordinatif dan ketika terjadi bencana maka itu fungsi komando tetapi setelah ada penetapan kondisi kegawatdaruratan oleh Pemda," jelasnya.

Diakuinya saat ini jaringan sudah terbentuk dan terakhir nanti akan membentuk  desa tanggap bencana, yaitu membentuk suatu komunitas tanggap bencana di setiap desa

(Bangkapos com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved