Berita PT Timah

Jaga Ekosistem Laut, PT Timah Tanam 3.300 Artificial Reef di Laut Bangka

Beberapa tempat yang telah diletakkan fish shelter dan transplantasi karang juga telah menjadi spot wisata snorkling dan diving bagi para wisatawan.

Jaga Ekosistem Laut, PT Timah Tanam 3.300 Artificial Reef di Laut Bangka
Ist /PT Timah Tbk
Artificial Reef di Laut Bangka yang ditanam PT Timah Tbk 

BANGKAPOS.COM.BANGKA -- Sebagai bentuk reklamasi laut agar ekosistem bisa tumbuh dan mendatangkan manfaat ekonomi berkelanjutan maka PT Timah Tbk telah menanam 3.300 unit Artificial Reef (Terumbu Karang) di Laut Bangka pada wilayah operasional.

Artificial Reef menggunakan fish shelter (rumah ikan) dan transplantasi karang ini dilakukan bekerjasama dengan Universitas Bangka Belitung serta melibatkan masyarakat nelayan sekitar.

Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan sebaran Artificial Reef yang telah dilakukan PT Timah di antaranya pada kawasan Pulau Pemain, Pantai Gunung Namak, Perairan Matras, Karang Kering Rebo, Karang Melantut, Pulau Putri, Pulau Panjang, Karang Aji, Karang Tanjung Ular, dan Tanjung Melala.

"Beberapa kawasan yang diletakkan fish shelter sudah menjadi kawasan pemancingan dan tangkapan nelayan dan dari pemantauan tim saat ini sudah ada yang menjadi tempat cumi bertelur," kata Anggi kepada bangkapos.com, Selasa (21/1/2020).

Menurutnya, dalam melaksanakan reklamasi laut PT Timah Tbk mengacu pada rencana reklamasi yang telah ditetapkan dan disetujui.

Sejauh ini kebehasilan dalam melakukan reklamasi laut telah menunjukkan hasil yang positif. Hal ini terlihat dari Indeks Keanekaragaman jenis ikan andalan (H’) 1,412-3.232 dari standar nilai yang diharapkan H’ > 1,5.

"Untuk fish shelter terbilang berhasil, untuk transplantasi karang kedepan harus lebih fokus, karena ada juga yang pertumbuhannya terpengaruh cuaca. Karang memiliki sensitifitas dan kondisi arus, gelombang yang berubah tentu mempengaruhi" kata Anggi.

Lanjutnya, dengan melibatkan nelayan sekitar diharapkan nantinya nelayan akan mendapatkan dampak positif dengan lokasi penangkapan.

"Sekarang ini memang koordinatnya belum kita beritahukan karena masih dalam masa pertumbuhan, nanti kalau hasil survei kami ini sudah siap, koordinatnya kita beritahukan ke desa sehingga itu bisa menjadi nilai tambah terhadap tangkapan nelayan," ujarnya.

Beberapa tempat yang telah diletakkan fish shelter dan transplantasi karang juga telah menjadi spot wisata snorkling dan diving bagi para wisatawan.

"Pulau Panjang, Pulau Putri itu sudah dijadikan spot diving dan snorkling karena nelayannya sudah tau disitu ada karang yang bagus," tutup Anggi.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved