Berita Pangkalpinang

Kemenag Bangka Belitung Apresiasi Wacana BNNK Pangkalpinang Terapkan Tes Urine bagi Calon Pengantin

Namun, menurut penilaiannya, untuk pelaksanaan tes urine sendiri membutuhkan biaya. Karena tes urine menggunakan peralatan tertentu yang khusus.

bangkapos.com / Ramandha
Kasi Kepenghuluan dan Pemberdayaan Keluarga Sakinah, Kanwil Kemenag Babel, Abdul Malik 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Rencana Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pangkalpinang untuk menerapkan pemeriksaan tes urine kepada setiap calon pengantin yang ingin melangsungkan pernikahan di Kota Pangkalpinang mendapat sambutan baik dan apresiasi dari pihak Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bangka Belitung.

Kasi Kepenghuluan dan Pemberdayaan Keluarga Sakinah, Kanwil Kemenag Babel, Abdul Malik, kepada Bangkapos.com mengatakan, Kemenag dalam hal ini, tentunya lebih menyoroti pada aspek manfaat dari dilakukannya tes urine kepada para calon pengantin.

Dia menuturkan, sebelumnya pemberlakuan tes urine memang sudah dilakukan pihaknya yang bekerjasama dengan instansi pemerintah terkait demi memastikan kesehatan calon pengantin.

"Kami sangat apresiasi, apabilah BNNK Pangkalpinang ingin melaksanakan hal itu. Ini juga suatu bentuk tindakan yang baik untuk menekan peredaran narkoba," jelasnya, Selasa (21/1/2020) di Kanwil Kemenag Babel.

Hal ini, dikatakannya, juga termasuk langkah yang sangat baik demi memastikan kesehatan calon pengantin agar selalu dalam kondisi sehat setelah pernikahan.

Ditambah lagi, tes urine kepada calon pengantin, menurutnya dapat menjadi salah satu upaya pihak BNNK Pangkalpinang dalam melakukan pemetaan peredaran narkoba.

"Sebagaimana yang kita lakukan sebelumnya mengenai tes urine. Kita ingin calon pengantin itu sehat secara fisik," ucapnya.

"Tidak hanya itu, apabila dia (pengantin) bebas dari narkoba, tentunya dia terjauh dari penyakit mematikan. Seperti HIV AIDS itu kan salah satunya dampak dari penggunaan obat-obatan terlarang itu," ungkap Malik.

Namun, menurut penilaiannya, untuk pelaksanaan tes urine sendiri membutuhkan biaya. Karena tes urine menggunakan peralatan tertentu yang khusus.

Untuk itu, apabila dibebankan kepada calon pengantin, ini tentunya akan menjadi beban tambahan.

"Nah sekarang persoalannya, biaya tes itu dibebankan kepada siapa. Kalau ke para pengantin, saya pikir akan keberatan. Tapi kalau itu dibebankan kepada pemerintah kota daerah, Saya rasa bisa dilakukan," tuturnya.

Diketahui sebelumnya, Kepala BNNK Pangkalpinang, Ichlas Gunawan kepada Bangkapos.com beberapa waktu lalu sempat menyampaikan, saat ini pihaknya semakin gencar melakukan pencegahan dan pemberantasan Narkoba, yang salah satunya tentang penerapan tes urine bagi calon pengantin.

"Program ini terbilang unik. Tapi menurut saya menjadi salah satu aspek pendukung dalam pemberantasan narkoba ini," terangnya.

"Kan para orang tua juga pastinya tidak ingin anak maupun menantu mereka terindikasi pengguna narkoba itu," ungkap Ichlas. (bangkapos.com / Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved