Kubis Ternyata Ampuh Mencegah Kanker

Sayuran silangan ini mengandung sekelompok zat yang dikenal sebagai glukosinolat, senyawa yang mengandung belerang.

SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Petani di Dusun Arafah, Kampung Kute Lintang, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, memanen kol, Senin (18/11/2019). 

BANGKAPOS.COM - Kubis atau kol tergolong ke dalam genus tanaman Brassica.

Tanaman ini adalah sumber nutrisi yang sangat baik seperti vitamin C, vitamin E, vitamin K, folat, magnesium, mangan dan beberapa karotenoid (lutein, zeaxanthin dan beta-karoten).

Kubis merupakan sayuran sederhana yang sangat populer di seluruh dunia karena fleksibilitasnya, dapat dimasak maupun dibuat salad.

Kubis menambah rasa dan tekstur yang berbeda untuk berbagai hidangan. Namun terlepas dari rasa yang ditawarkannya, kubis disebut sebagai salah satu sayuran yang dapat membantu mencegah penyakit kronis termasuk kanker.

Sayuran silangan ini mengandung sekelompok zat yang dikenal sebagai glukosinolat, senyawa yang mengandung belerang.

Glukosinolat dipecah dalam tubuh untuk membentuk senyawa biologis aktif seperti isotiosianat, indole, nitril, dan tiosianat yang diketahui menunjukkan efek anti-kanker.

Menurut penelitian, indole dan isothiocyanate telah ditemukan untuk menghentikan perkembangan berbagai jenis kanker, termasuk kanker kandung kemih, usus besar, payudara, hati, paru-paru, dan perut.

Sebuah studi telah menunjukkan bahwa kubis mengandung sulforaphane, senyawa dengan kandungan belerang yang memiliki kemampuan ampuh untuk menghambat enzim berbahaya yang disebut histone deacetylase (HDAC).

Enzim ini bertanggung jawab untuk perkembangan sel kanker.

Penelitian lain mengungkap, kubis merah memiliki antioksidan kuat yang disebut anthocyanin (senyawa yang memberi buah dan sayuran warna), di mana telah terbukti memperlambat penggandaan sel kanker.

Halaman
12
Editor: suhendri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved