Berita Sungailiat

Pegawai Honorer Dihapus, Pemkab Bangka Sudah Rekrut P3K dari 2018 Tapi Belum Juga Diangkat

Kepala BKPSDMD Kabupaten Bangka, Baharita mengatakan kalau memang sudah ada kesepakatan seperti itu, biasanya sebentar lagi akan keluar petunjuk

Pegawai Honorer Dihapus, Pemkab Bangka Sudah Rekrut P3K dari 2018 Tapi Belum Juga Diangkat
Bangkapos.com/Edwardi
Kepala BKPSDMD Kabupaten Bangka, Baharita. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Pemerintah dan DPR RI sepakat menghapus aturan soal tenaga kerja honorer agar tidak ada lagi honorer di pemda kedepannya. Dan yang ada hanya PNS dan PPPK (P3K atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

Menanggapi hal itu Kepala BKPSDMD Kabupaten Bangka, Baharita mengatakan kalau memang sudah ada kesepakatan seperti itu, biasanya sebentar lagi akan keluar petunjuk teknis.

"Kita tunggu saja petunjuk teknisnya, kita di Kabupaten Bangka siap mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat, kita tunggu saja petunjuk-petunjuk teknis dari pusatnya seperti apa," kata Baharita saat ditemui Bangkapos.com, Selasa (21/01/2020) sore di kantornya.

Diakuinya sebenarnya wacana penghapusan tenaga honorer ini sudah lama untuk digantkan dengan tenaga P3K, karena kesejahteraan P3 K lebih baik atau sama dengan PNS, hanya saja P3 K tidak mendapatkan pensiun seperti PNS.

"Tenaga P3K ini untuk tenaga fungsional tertentu, bukan untuk tenaga struktural. Sekarang ini saja sudah berlaku banyak ASN yang ditugaskan fungsional, tidak banyak lagi yang pejabat eselon atau struktural jadi sudah mengarah ke kebijakan ini," ujar Baharita.

Diakuinya dari hasil kunjungan ke beberapa daerah lain memang sudah ada yang melaksanakan P3K ini sesuai kemampuan daerahnya, namun pegawai honorernya juga masih ada.

"Kita di Kabupaten Bangka juga sudah melaksanakan tes P3K ini untuk tenaga guru pada tahun 2018 lalu, hasilnya sudah disampaikan ke BKN pusat namun hingga saat ini belum ada yang keluar SK Pengangkatannya," imbuh Baharita.

Diakuinya, sebenarnya ketentuan soal ini bukanlah hal yang baru dan jangan sampai membuat resah, hal ini hanya masih menunggu petunjuk teknis dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

"Untuk tenaga honorer secara bertahap akan dikurangi dan dihapuskan,, kita berikan kesempatan kepada mereka mengikuti tes menjadi P3K," kata Baharita.

Baharita menyarankan para tenaga honorer yang tamatan SMA sederajat agar melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan memilih jurusan pendidikan untuk kerja fungsional, seperti pranata komputer, guru, perawat, bidan, pertanian, perikanan dan lainnya.

"Tenaga honorer yang memenuhi persyaratan untuk ikut tes P3K tentunya akan diprioritaskan untuk ikut tes, kalau lulus baru bisa jadi tenaga P3K," tukas Baharita. (Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved