Breaking News:

Imlek 2020

Perayaan Imlek Tak Membuat Masyarakat Tionghoa-Melayu Bedakan Antar Suku

pada saat Imlek, makanan yang dihidangkan juga disiapkan untuk keluarganya dari pribumi Bangka yang berbeda agama.

ist dokumentasi Akhnad Elvian
Akhmad Elvian, Sejarawan Bangka 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Harmonisasi antar warga Melayu dan Tionghoa di Bangka begitu dekat, kelompok masyarakat Tionghoa telah menyatu dengan tanah setempat selama ratusan tahun.

Sejarawan Bangka Belitung, Akhmad Elvian menjelaskan pada awalnya orang Tionghoa yang datang ke Bangka sekitar permulaan abad 18 Masehi menjadi pekerja di Tambang Timah.

Seiring berjalannya waktu, beberapa dari orang Tionghoa tersebut ada yang menikah dengan pribumi Bangka (Bankanese) dan menetap di Bangka.

"Masyarakat Tionghoa di Bangka saat itu merupakan keturunan pribumi dan Melayu yang kemudian menikah sehingga keturunannya disebut dengan Peranakan," ujarnya.

"Persaudaraan dan keharmonisan erat yang terjalin antara masyarakat Tionghoa dan Melayu di Bangka selama ini, karena mereka umumnya memiliki garis keturunan yang sama,” tambah Akhmad kepada bangkapos.com.

Diakuinya, kekentalan hubungan kekerabatan antara pribumi dengan Tionghoa menjadi erat karena hubungan darah dan pola kekerabatan yang sangat tampak seperti sekarang.

Foto Kelenteng Kwan Tie Miaw
Foto Kelenteng Kwan Tie Miaw (Bangkapos.com/Sela Agustika))

Dengan adanya pembauran dua kebudayaan tersebut secara perlahan mengurangi perbedaan antara orang atau kelompok.

Contoh kekerabatan sederhana dapat dilihat pada saat perayaan Imlek.

Pribumi Bangka yang memiliki keluarga akibat asimilasi yang kuat melalui perkawinan.

"Dengan adanya asimilasi melalui perkawinan tersebut, keluarga-keluarga peranakan juga ikut merayakan Imlek," ungkap Akhmad.

Halaman
12
Penulis: Sela Agustika
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved