Terumbu Karang di Laut Bangka Belitung Sebagai Sarang Bertelur Cumi-Cumi

Dilihat dari tekstur daging cumi yang kenyal dan gurih membuatnya banyak diburu, khususnya bagi para penggemar seafood.

Terumbu Karang di Laut Bangka Belitung Sebagai Sarang Bertelur Cumi-Cumi
Bangka Pos / Disa
Terumbu karang di seputaran Pulau Memperak, Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (27/2/2015). 

Transplantasi Karang di Laut Bangka Belitung, Ada Sarang Untuk Cumi-Cumi Bertelur

BANGKAPOS.COM - Restoran seafood yang terus bermunculan tentu menjadi peluang usaha yang menguntungkan dan menjanjikan bagi para nelayan yang membudidayakan cumi-cumi.

Dilihat dari tekstur daging cumi yang kenyal dan gurih membuatnya banyak diburu, khususnya bagi para penggemar seafood.

Termasuk untuk para nelayan yang ada di Bangka Belitung lebih memilih untuk menangkap cumi-cumi dibandingkan dengan ikan. Hal ini dengan alasan cumi-cumi mudah didapat dan harganya cukup tinggi.

Jika proses budidaya cumi-cumi pun berjalan secara alami, masih berlangsung di perairan laut.

Termasuk Artificial Reef menggunakan fish shelter dan transplantasi karang merupakan hasil kerja sama PT Timah Tbk dan Universitas Bangka Belitung yang juga melibatkan masyarakat nelayan sekitar.

Sebanyak 3.300 unit Artificial Reef disebar dalam upaya reklamasi di Laut Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.

Dan beberapa sebaran Artificial Reef yang telah dilakukan PT Timah seperti di kawasan Pulau Pemain, Pantai Gunung Namak, Perairan Matras, Karang Kering Rebo, Karang Melantut, Pulau Putri, Pulau Panjang, Karang Aji, Karang Tanjung Ular, dan Tanjung Melala.

"Di kawasan yang diletakkan fish shelter sudah menjadi kawasan pemancingan dan tangkapan nelayan dan dari pemantauan tim saat ini sudah ada yang menjadi tempat cumi bertelur," kata Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan kepada Kompas.com di Pangkal Pinang, Selasa (21/1/2020).
Menurutnya, dalam melaksanakan reklamasi laut PT Timah mengacu pada Rencana Reklamasi yang telah ditetapkan dan disetujui.

Sejauh ini kebehasilan dalam melakukan reklamasi laut telah menunjukkan hasil yang positif. Hal ini terlihat dari Indeks Keanekaragaman jenis ikan andalan (H’) 1,412-3.232 dari standar nilai yang diharapkan H’ > 1,5.

Halaman
12
Editor: Evan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved