Berita Sungailiat

62 Pasien Menjalani Rawat Inap di RSJ Sungailiat Baru

Jumlah pasien gangguan kesehatan jiwa yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sungailiat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

62 Pasien Menjalani Rawat Inap di RSJ Sungailiat Baru
bangkapos.com/Edwardi
Direktur RSJ Sungailiat Provinsi Kepulauan Babel, dr Andri Nurtito 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Jumlah pasien gangguan kesehatan jiwa yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sungailiat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini ada 62 orang pasien

Sedangkan jumlah pasien rawat jalan per bulan lebih kurang 1100 orang pasien

Sementara jumlah tempat tidur yang tersedia untuk rawat inap ada 150 tempat tidur.

Hal ini diungkapkan Direktur RSJ Sungailiat Provinsi Kepulauan Babel, dr Andri Nurtito yang ditemui Bangkapos com, Rabu (22/91/2020) di kantornya.

"Sampai saat ini jumlah pasien rawat inap paling banyak sekitar 50 persen dari seluruh jumlah tempat tidur yang tersedia, sehingga untuk daya tampung masih ada 50 persen lagi tempat tidur yang kosong, jadi untuk daya tampung rumah sakit masih cukup aman," kata Andri.

Ditambahkannya untuk ketersediaan obat juga masih cukup tersedia, karena standar pengadaan obat di RSJ ini 1,5 kali untuk kebutuhan obat per tahun.

"Jadi untuk stok obat tahun lalu saat ini masih ada tersedia, karena dalam pengadaan obat tersebut ada proses administrasi keuangan menyangkut anggarsn, sehingga kita pada awal tahun masih ada tahun ini masih ada tersedia stok obat tahun lalu. Jadi ketersediaan obat cukup," ujar Andri.

Jenis obat yang paling banyak dibutuhkan yakni jenis obat psikofarmaka atau jenis obat untuk kesehatan jiwa.

"Untuk ketersediaan tenaga dokter, psikiater, psikolog, dan tenaga medis lainnya untuk RSJ Sungailiat ini yang masuk rumah sakit tipe B ini sudah cukup," tukas Andri.

Saat ini RSJ Sungailiat memiliki 4 orang dokter spesialis kesehatan jiwa, psikolog 4 orang, serta tenaga medis dan perawat lainnya juga sudah cukup.

"Pola penanganan pasien biasanya masuk melalui IGD dalam kondisi gaduh gelisah. Kita rawat dalam ruangan intensif selama dua hari hingga kondisinya stabil, kemudian di rawat di ruangan intermeite atau peralihan dimana kondisi pasien gelisah menjadi tenang. Bila sudah tenang lalu di rawat di ruangan inap biasa agar dia bisa melakukan sosialisasi dan mengikuti terapi kerja untuk merehabilitasi mentalnya," jelas Andri.

Diakuinya target perawatan pasien gangguan jiwa yang masuk ke RSJ Sungailiat minimal dalam waktu 30 hari,  pasien sudah bisa dikembalikan ke rumahnya lagi.

"Target perawatan selama 30 hari ini merupakan target dari seluruh rumah sakit jiwa se Indonesia, jadi pasien yang semula datang dalam kondisi mengamuk atau gaduh gelisah setelah kita rawat selama 30 hari diharapkan bisa tenang kembali dan bisa dikembalikan ke rumahnya," harap Andri.

Selanjutnya si pasien bisa melakukan pengobatan jalan atau melakukan kontrol secara rutin ke RSJ Sungailiat.

(Bangkapos com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved