Berita Sungailiat

Andri Menduga Masih Banyak Pasien Gangguan Jiwa Disembunyikan Keluarganya

Direktur RSJ Sungailiat, dr Andri Nurtito menduga masih banyak pasien gangguan jiwa saat ini yang disembunyikan keluarganya

Andri Menduga Masih Banyak Pasien Gangguan Jiwa Disembunyikan Keluarganya
bangkapos.com/Edwardi
Direktur RSJ Sungailiat Provinsi Kepulauan Babel, dr Andri Nurtito. edw 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Direktur RSJ Sungailiat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr Andri Nurtito menduga masih banyak pasien gangguan jiwa saat ini yang disembunyikan keluarganya, mungkin dipasung, dikurung ataupun dibiarkan begitu saja berkeliaran ke jalan-jalan atau perkampungan masyarakat.

"Kami membutuhkan dukungan dari teman-teman, baik di dinas kesehatan, puskesmas, dinas sosial maupun OPD lainnya di kabupaten/kota agar bisa ikut membantu mengelola orang-orang dengan gangguan jiwa ini. Maksudnya membantu penemuan orang dengan gangguan jiwa ini karena masih banyak yang disembunyikan keluarganya," kata Andri Nurtito yang ditemui Bangkapos.com, Rabu (22/01/2020) di kantornya.

Diharapkannya bantuan dari teman-teman OPD di kabupaten/kota untuk membantu menemukan dan mengantarkan ke RSJ Sungailiat untuk diobati.

"Kita tidak bisa mengambil begitu saja orang dengan gangguan jiwa di jalan-jalan nanti dikhawatirkan kena tuduhan menculik orang, seharusnya aparatur Pemda yang ada di kabupaten/kota yang menyerahkannya ke RSJ, atau kalaupun tidak mau menyerahkannya bisa menghubungi kami untuk menjemputnya asalkan sudah diamankan lebih dahulu di suatu tempat," ujar Andri.

Soal biaya pengobatan selama di RSJ itu bukan menjadi masalah karena sudah mengadakan kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Juga ada kerjasama dengan dinas kesehatan bagaimana cara pemenuhan biaya pengobatannya

"Yang namanya orang dengan gangguan jiwa tidak boleh dibiarkan terlantar, karena sudah ada peraturan gubernur bahwa orang dengan gangguan jiwa yang terlantar itu akan memberikan dampak terhadap ketertiban dan ketentraman masyarakat, jadi kami sangat mengharapkan bantuan teman-teman di kabupaten/kota untuk membawanya ke RSJ," harap Andri.

Bila ada teman-teman puskesmas yang menemukan atau melihat ada orang yang dipasung karena mengalami gangguan jiwa, maka hal ini tidak diperbolehkan karena sudah ada peraturan menteri kesehatan tentang Indonesia bebas pasung.

"Jadi saat ini tidak boleh ada orang yang dipasung karena ini melanggar peraturan , tetapi mungkin juga masih banyak orang yang tidak tahu peraturan ini karena menganggap yang dipasung ini masih keluarga sendiri,' imbuh Andri.

Diakuinya orang yang mengalami gangguan jiwa ini termasuk orang yang sakit, sehingga berhak mendapatkan pengobatan dan perawatannya.

"Memang perawatan orang dengan gangguan jiwa ini cukup besar biayanya, baik obat-obatan, biaya makan, pakaian seragam dan lainnya. Disini setiap pasien makan 3 kali sehari, Snack 2:kali sehari apalagi pasien disini rata-rata nafsu makannya bagus atau sama seperti orang normal lainnya," jelas Andri.

(bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved