Ditilang Karena Tak Pakai Helm, Imam Masjid di Makassar Dihukum Mengaji

Seorang imam masjid bernama Syamsuddin dihukum mengaji oleh anggota satuan lalu lintas Polrestabes Makassar lantaran tidak mengenakan helm

Ditilang Karena Tak Pakai Helm, Imam Masjid di Makassar Dihukum Mengaji 1 Juz

BANGKAPOS.COM - Seorang imam masjid bernama Syamsuddin dihukum mengaji oleh anggota satuan lalu lintas Polrestabes Makassar lantaran tidak mengenakan helm saat berkendara di sekitar fly over Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Rabu (22/1/2020).

Video hukuman mengaji yang dilakukan Syamsuddin ini viral di media sosial dan tersebar di grup aplikasi WhatsApp.

Dilansir dari Kompas.com, Bripka Jumahir adalah yang pertama kali menilang Syamsuddin lantaran tidak menggunakan helm saat berkendara. 

Jumahir saat dikonfirmasi mengatakan, Syamsuddin mengaku baru sadar tidak memakai helm saat ditilang.

Imam Masjid Nurul Hikmah Markaz Imam Malik itu, kata Jumahir, pulang belanja di sebuah pasar tradisional di Makassar. 

"Itu Pak Imam dari pasar beli kedelai. Mau putar ke arah Jalan Faisal. Setelah ditahan, baru dia sadar kalau dia tidak pakai helm. Ternyata helmnya tinggal di pasar," ucap Jumahir saat dihubungi melalui telepon. 

Mengetahui hal itu, Jumahir kemudian mengarahkan Syamsuddin ke posko Satlantas yang berada di pinggir jalan A. P. Pettarani. 

Namun, bukannya menahan motor Syamsuddin, Jumahir malah menghukum pria dari Flores itu untuk membacakan ayat suci Al Quran. 

Hukuman ini terlihat dalam video yang tersebar di media sosial. 

"Sebagai hukumannya Pak Imam bacakan saya satu juz," kata Bripka Jumahir kepada Syamsuddin. 

Syamsuddin kemudian membaca surat Al Isra ayat 9 - 15 dalam video yang berdurasi 2 menit 59 detik itu. 

Usai mengaji, Bripka Jumahir meminta Syamsuddin untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dalam berkendara.

 "Ini pertama dan terakhir ditegur berkendara tidak pakai helm," kata Jumahir.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral, Imam Masjid Dihukum Mengaji oleh Polisi karena Tak Pakai Helm"

Editor: Tomi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved