Berita Pangkalpinang

Ini Bahaya Vape, Kenali Penyakit EVALI Akibat Rokok Elektrik

Dokter Umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah dr Annisa Rahmayuni menjelaskan mengenai kandungan rokok elektrik dan penyakit EVALI

Ini Bahaya Vape, Kenali Penyakit EVALI Akibat Rokok Elektrik
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Dokter Umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah dr Annisa Rahmayuni 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Dilansir dari Kompas.com mengenai seorang remaja berusia 15 tahun di Texas dilaporkan meninggal dunia lantaran cedera paru-paru akibat penggunaan rokok elektrik atau vape, penyakit tersebut dikenal dengan nama EVALI (E-cigarette or Vaping Product Use Associated Lung Injury).

Dokter Umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah dr Annisa Rahmayuni menjelaskan mengenai kandungan rokok elektrik dan penyakit EVALI tersebut.

Menteri Kesehatan dr Terawan Bicara Soal Rokok Elektrik, Akankah Vape Dilarang Dijual?

"Kandungan vape terdapat dalam cairan atau e -liquid. Cairan ini sendiri diekstrak dari tembakau juga, dan ditambah bahan lain seperti propilen glicol dan bahan-bahan lain seperti pemanis, pewarna, perasa, dan sebagainya," jelas Annisa saat dikonfirmasi bangkapos.com, Rabu (22/1/2020).

Awalnya Pakai Vape untuk Gaya-gayaan, Kini Wanita Ini Koma 3 Tahun, Begini Kata Dokter

Menurutnya, karena cairan vape diekstrak dari tembakau, maka cairannya juga mengandung nikotin sama halnya dengan rokok biasa.

"EVALI sebenarnya penyakit baru, sekitar akhir tahun 2019 dikemukakan oleh CDC. singkatan dari e-ciggarette or vaping product use associated lung injury atau dengan kata lain penyakit paru yang disebabkan oleh penggunaan vape," kata Annisa.

Penggemar rokok elektrik atau Vape menunjukan kebolehannya disela acara
Penggemar rokok elektrik atau Vape menunjukan kebolehannya disela acara "I Choose to be Healthier" di Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/12/2019). (Wartakota/Angga Bhagya Nugraha)

Ia menambahkan mengenai gejala penyakit EVALI mirip penyakit paru-paru pada umumnya, seperti sesak nafas, batuk, demam, mual atau muntah, hingga peningkatan denyut jantung.

Sindikat Narkoba Liquid Vape Ekstasi Reborn Cartel Terungkap

"EVALI dapat diobati dengan cara berobat ke dokter, terutama dokter paru-paru. Namun yang harus diingat adalah pengobatan penyakit ini mungkin tidak sekali, dan mungkin membutuhkan pengobatan jangka panjang. Hal tersebut dikarenakan paru-paru sendiri jika sudah rusak akan sulit untuk diperbaiki," ingat Annisa. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved