Berita Pangkalpinang

Orang Gila Terlantar. Dokter Kejiwaan: Tidak Benar! Dukungan Lingkungan Sangat Penting

Keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau orang gila kerap terlihat di Kota Pangkalpinang dan beberapa daerah lain di Bangka Belitung.

Orang Gila Terlantar. Dokter Kejiwaan: Tidak Benar! Dukungan Lingkungan Sangat Penting
Ist/dr Charles
Dokter Spesialis Kejiwaan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr Carles, SpKJ 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau orang gila kerap terlihat di Kota Pangkalpinang dan beberapa daerah lain di Bangka Belitung.

Mereka biasanya berjalan-jalan dan menetap di suatu tempat dengan penampilan yang memprihatinkan dan terlantar.

Dokter Spesialis Kejiwaan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr Carles, SpKJ mengatakan ODGJ tidak benar bila ditelantarkan di jalanan seperti hal tersebut.

"Tidak benar bila mereka ditelantarkan, orang dengan gangguan jiwa sendiri dikategorikan dua yakni pasien psikotik dan non psikotik. Kalau orang gila yang biasa kita lihat dipinggir jalan, keluyuran kemungkinan itu biasanya pasien psikotik artinya ia tidak menyadari dengan dirinya sendiri," jelas dr Carles saat dikonfirmasi Bangkapos.com, (22/1/2020).

"Sedangkan pasien psikotik itu biasanya orang gangguan jiwa karena gangguan cemas, depresi berlebihan tetapi masih sadar dengan dirinya sendiri," lanjutnya.

Menurutnya, penanganan ODGJ yang utama dengan keteraturan minum obat, bila mengenai jenis obat tergantung diagnosanya, dan perlakukan mereka seperti layaknya orang normal, artinya bukan dimanja atau dibeda-bedakan.

"Bila ODGJ tersebut awalnya bekerja, tetap ajak bekerja agar dia merasa seperti orang normal. Perawatan di rumah sakit jiwa sendiri ada tahap-tahapnya bila ia terlihat gelisah, mengancam diri sendiri atau orang lain maka penanganannya ia harus dirawat di ruang intensif dan dipisahkan dengan pasien lain," terang dr Carles.

Selain itu, dr Carles juga menyarankan dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar sangat penting dalam kesembuhan pasien ODGJ.

"Terutama keluarga harus mendukung, dengan cara mengawasinya, memperhatikan keteraturan minum obatnya dan memperlakukan ia seperti orang normal," katanya.

"Lingkungan sekitarnya pun harus mendukung. Lingkungannya harus mengerti akan kondisinya, tidak mengejek, tidak dibedakan, tidak dijauhi, diajak ngobrol, dan perlakukan layaknya orang normal," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved