Pilkada Bangka Tengah 2020

Pengawas Pemilihan Umum Bangka Tengah Kini Dijamin BPJS Ketenagakerjaan

Bawaslu memberikan jaminan perlindungan asuransi bagi jajaran pengawas adhoc tingkat kecamatan, kelurahan/desa, hingga tingkat TPS

Pengawas Pemilihan Umum Bangka Tengah Kini Dijamin BPJS Ketenagakerjaan
bangkapos.com/Muhammad Rizki
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bawaslu Bateng dengan BPJS Ketenagakerjaan. 

BANGKAPOS.COM -  Tingginya intensitas pengawasan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 kemarin terutama pada masa pungut hitung, memberikan pengalaman berharga bagi Bawaslu dalam memberikan jaminan perlindungan diri bagi jajaran pengawas.

Untuk itu, pada Pilkada serentak 2020 ini, Bawaslu memberikan jaminan perlindungan asuransi bagi jajaran pengawas adhoc tingkat kecamatan, kelurahan/desa, hingga tingkat TPS.

Bawaslu Kabupaten Bangka Tengah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Penandatanganan MoU ini dilakukan di Kantor Bawaslu Kabupaten Bangka Tengah antara Ketua Bawaslu Kabupaten Bateng Robianto dengan Kepala Cabang BPJS Pangkalpinang Y Aris Daryanto yang disaksikan oleh seluruh Ketua dan Anggota Panwascam di Kabupaten Bateng, Selasa (21/1/2020)

Dalam kesempatan itu juga dilakukan sosialisasi oleh perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada seluruh ketua dan anggota Panwascam, serta staf Bawaslu Kabupaten Bangka Tengah terkait manfaat, tata cara klaim, dan perlindungan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta asuransi.

Saat ditemui Ketua Bawaslu Kabupaten Bangkia Tengah Robianto mengatakan penandatanganan ini merupakan upaya Bawaslu dalam memberikan jaminan perlindungan kepada jajarannya dalam melaksanakan tugas.

"Dasar kita melakukan MoU ini surat Bawaslu RI terkait pokok-pokok penganggaran dalam pengawasan Pilkada serentak Tahun 2020," ujar Robi, Rabu (22/1) di ruang kerjanya.

Mengingat kerja pengawasan yang dilakukan tak mengenal waktu dan sangat padat, menurutnya sudah sewajarnya jajaran pengawas adhoc mendapatkan perlindungan asuransi untuk memberikan jaminan jika terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Dalam menjalankan tugas, fungsi dan kewajiban, sebagai pengawas kita tidak hanya dituntut bekerja sepenuh waktu, tapi juga tak kenal waktu. Karena pelanggaran itu terjadi tidak mengenal waktu, baik lagi, siang, sore atau malam. Untuk itu, sangat wajar jika jajaran pengawas adhoc ini mendapatkan perlindungan asuransi ketenagakerjaan," jelasnya.

Adapun perlindungan asuransi yang diberikan ini, diungkapkannya meliputi kecelakaan kerja dan kematian.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved