Berita Pangkalpinang

Sanksi Turun Pangkat hingga Pemecatan akan Menimpa Sipir Lapas yang Nakal

Kanwil Kemenkumham Babel, Anas Saeful Anwar, akan memberikan sanksi hukuman bagi para sipir, akan memberikan sanksi hukuman bagi para sipir

Sanksi Turun Pangkat hingga Pemecatan akan Menimpa Sipir Lapas yang Nakal
Bangkapos.com/Kemas Ramandha
Kakanwil Kemenkumham Babel, Anas Saeful Anwar 

Sanksi Turun Pangkat hingga Pemecatan akan Menimpa Sipir Lapas yang Nakal

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Bangka Belitung (Babel),  Anas Saeful Anwar, akan memberikan sanksi hukuman bagi para sipir apabila melakukan pelanggaran kinerja, sudah diatur sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Ia juga akan menindak tegas oknum pegawai lapas yang melanggar aturan. Sanksi tersebut, diantaranya sanksi disiplin turun pangkat dan lainnya.

"Misalnya nanti ada yang akal-akalan dengan warga binaan. Menggunakan narkoba, atau melakukan pemukulan yang berakibat fatal, itu tidak tanggung-tanggung. Bisa pemecatan juga," tegas Anas kepada Bangkapos.com, Rabu (22/1/2020)

Ia ingin agar pegawai Kanwil Kemenkumham Bangka Belitung (Babel) menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul,  yang  juga akan diikuti seluruh petugas Lapas.

"Kita ingin seluruhnya (pegawai) dapat menjadi SDM yang unggul. Termasuk untuk yang ada di lapas di sini (Babel). Mereka harus bekerja dengan baik. Seperti halnya para sipir, mari berikan pelayanan yang baik," jelas Anas .

Disinggung tentang kinerja para sipir selama tahun 2019, dirinya juga merasa puas. Anas berharap, kinerja para sipir di tahun ini dapat meningkat, terutama dalam segi hal pelayanan serta kedisiplinan.

Ditanyai perihal kemana para keluarga napi harus melaporkan apabila terjadi pelanggaran kinerja para yang dilakukan oleh petugas Lapas, dikatakannya, aduan atau laporan terkait, seharusnya dapat langsung menuju kepala lapas bersangkutan.

"Setiap pejabat kan bertanggung jawab kepada bawahannya. Jadi kalau ada napi yang ingin mengadu tentang pelanggaran, itu ke kalapas dulu. Dia yang harus bertanggung jawab tentang apa keluhannya," kata Anas.

"Nanti kalau kalapas juga tidak merespon, bisa ke pak kadivpas. Kalau pak kadivpas juga tidak bisa menanganinya baru saya yang akan turun tangan," tegasnya.

Halaman
123
Penulis: Ramandha
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved