Berita Pangkalpinang

Solusi Tangani Penderita Gangguan Jiwa, Dede Purnama: Pemprov Babel Harus Miliki Panti Khusus

Keberadaan penderita gangguan mental ini dikhawatirkan mengganggu warga lainya. Sehingga seharusnya ditampung didalam sebuah panti khusus gangguan

Solusi Tangani Penderita Gangguan Jiwa, Dede Purnama: Pemprov Babel Harus Miliki Panti Khusus
Bangkapos.com/Riki Pratama
Dede Purnama Alzulami. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Keberadaan orang dengan keterbelakangan mental kerap terlihat di Kota Pangkalpinang dan beberapa daerah lain di Babel.

Keberadaan penderita gangguan mental ini dikhawatirkan mengganggu warga lainya. Sehingga seharusnya ditampung didalam sebuah panti khusus gangguan jiwa.

Hal tersebut juga menjadi perhatian anggota DPRD Provinsi Babel dari Komisi IV, yang pernah mendatangi langsung Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Sungailiat, dan mendengarkan banyak keluhan terkait pasien dengan gangguan jiwa.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bangka Belitung, Dede Purnama Alzulami, mengatakan, mereka telah intens menanyakan persoalan ini dan perlu dilakukan pembinaan dengan membuatan panti khusus untuk menampung orang dengan gangguan jiwa yang tidak memiliki keluarga.

"Kita sudah intens membahas ini sudah pernah kunjungan ke Rumah Sakit Jiwa di Sungailiat, banyak keluhan terkait mereka yang telah banyak menangani pasien gangguan jiwa yang tidak memiliki keluarga. Mereka sudah layak pulang tetapi tidak punya keluarga, ada yang sampai meninggal disitu,"ungkap Dede Purnama, kepada wartawan, Rabu (22/1/2020).

Selain itu, sambung Dede, RSJ juga saat ini kebingungan menagih biaya perawatan terhadap pasien gangguan jiwa yang tidak memiliki keluarga.

"Permasalah ada di RSJ orang yang datang terkena sakit jiwa berkeliaran lalu diantar ke rumah sakit, tetapi tidak ada keluarga, mereka sudah berpiutang mencapai Rp 1 milyar lebih terhadap pasien yang tidak tahu siapa keluarganya, dan bingung mau kemana menagihnya,"lanjutnya.

Ia menambahkan persoalan ini terjadi karena Pemprov Babel tidak memiliki panti untuk menampung orang dengan gangguan jiwa saat ini.

"Kita ini tidak ada panti khusus untuk mereka yang mengalami gangguan jiwa. Sehingga solusinya untuk mengatasi mereka yang berkeliaran yaitu panti, kita harus punya panti untuk menampungnya,"lanjutnya.

Dede mendorong, kepada Pemerintah Provinsi untuk membangun panti tersebut, agar mereka yang mengalami gangguan jiwa bisa tertampung, dan ini menjadi tugas pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakatnya.

"Pemprov Babel harus memikirkan khusus hal ini, tentunya melibatkan Dinas Kesehatan yang bisa menangani masalah gangguan jiwa, lalu paska pengobatan tugas Dinas Sosial, bila tidak memiliki keluarga panti asuhan ini solusinya, mereka bisa ditampung disitu,"ungkapnya.

Ia menegaskan dalam hal ini Pemerintah harus benar-benar memikirkanya, jangan sampai mereka terlantar karena warga dan masyarakat berhak memiliki kehidupan yang layak.

"Jangan sampai lemerintah tidak mengambil peran dalam hal ini, mereka ini juga masyarakat yang memiliki hak untuk hidup, hidup layak, jangan sampai ditelantarkan seperti itu. Gubernur harus serius menanganinya, dan DPRD siap mendukung untuk mencarikan bantuan langsung ke pusat, mencari anggaran untuk membuat panti tersebut,"tegasnya. (Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved