Info Kesehatan

Waspada Virus Misterius Penyebab Penyakit Mirip Pneumonia, Pelajari Cara Mencegahnya

Pemerintah China juga melaporkan hasil temuan laboratorium kasus tersebut ke Badan Kesehatan Dunia (WHO), yang menyatakan bahwa kasus ini ...

Tangkapan Layar South China Morning Post
Virus corona terbaru yang berasal dari Kota Wuhan, China, baru-baru ini sedang menghebohkan beberapa negara di Asia. 

Penyakit baru Kasus penemuan penyakit baru yang kemudian mewabah bukan hal baru di dunia. Sebelumnya, pada 2012 kita dikejutkan dengan berita mengenai kasus flu unta (Middle East respiratory syndrome coronavirus, MERS-CoV) yang mencemaskan jemaah haji dan umroh.

Begitu juga pandemi flu babi (Influenza A/H1N1pdm) pada 2009 yang secara global menyebabkan lebih dari 5.700 orang meninggal.

Bukan pula pertama kali kita mendengar kabar infeksi penyakit baru dari China. Pada 2013 ditemukan infeksi flu burung (Influenza A/H7N9) pada manusia dengan total 1.567 kasus, yang mengakibatkan setidaknya total 615 kematian. Kasus pertama nCoV berawal dari sebuah Pasar Seafood Huanan di Wuhan.

Pada 31 Desember 2019, China melaporkan 27 orang menderita mirip pneumonia, demam, kesulitan bernafas, dan menunjukan gejala tidak normal infiltrai pada paru-paru penderita.

Diduga kasus penularan mulai terjadi sekitar 8 Desember 2019 hingga 2 Januari 2020 Pemerintah China segera mencegah penyebaran penyakit lebih luas dengan menutup dan mengisolasi pasar tersebut untuk disterilisasi.

Penularan: dari hewan ke manusia

Novel Coronavirus (nCoV) adalah virus dari keluarga Coronavirus, yaitu virus yang berkerabat dekat dengan virus MERS-CoV dan SARS (Sindrom Pernafasan Akut Berat).

Virus ini jenis zoonosis, yaitu virus ditularkan hewan ke manusia. Hingga saat ini belum dapat dipastikan nama hewan yang menularkan virus ini ke manusia di Wuhan.

Wuhan novel coronavirus (nCoV) adalah galur (strain) baru coronavirus yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Belum ada penamaan resmi pada nCoV ini, meski telah diketahui bahwa virus ini adalah anggota genus Betacoronavirus dengan subgenus Sarbecovirus.

Analisis genetik virus ini menunjukan virus ini memiliki 89% kemiripan dengan virus SARS yang berkerabat dengan virus kelelawar SARS, yang juga merupakan anggota coronavirus. Namun hal ini bukan berarti bahwa nCoV berasal dari kelelawar. Sebagai contoh, MERS-CoV juga memiliki kedekatan genetik 88% dengan coronavirus kelelawar, tapi pada kenyataannya ditularkan ke manusia lewat onta.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved