Berita Pangkalpinang

Ini Sejumlah Program Keterampilan yang Bisa Didapatkan Warga Binaan Lapas Tuatunu

Pemberian pelatihan keterampilan para narapidana (napi) ini, dikatakannya, tidak didapatkan dengan mudah.

Ini Sejumlah Program Keterampilan yang Bisa Didapatkan Warga Binaan Lapas Tuatunu
Bangkapos.com/Kemas Ramandha
Lapas kelas II A Tuatunu, Kota Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kepala Lapas kelas II A Tuatunu, Kota Pangkalpinan, Kunrat Kasmiri, kepada Bangkapos.com, Kamis (23/1/2020) mengatakan, selama menjalani masa hukumannya, warga binaan Lapas terus mendapatkan pembinaan keterampilan.

Pemberian pelatihan keterampilan para narapidana (napi) ini, dikatakannya, tidak didapatkan dengan mudah. Perubahan tingkatan perilakulah yang dapat membuat napi bisa membaur dan menerima program keterampilan.

"Ketika mereka belum bisa mengubah perilaku, di sana mereka masih dalam tingkatan maximum security. Lalu ketika berada pada minimum security, di situlah mereka akan diberikan keterampilan tersebut," jelasnya kepada Bangkapos.com, Rabu (23/1/2020).

Jenis-jenis pelatihan pun, dikatakannya, beragam. Bagi para warga binaan yang menginginkan program keterampilan sesuai dengan keinginan mereka bisa memilih jenis keterampilan itu.

Adapun jenis keterampilan yang dapat dipilih para warga binaan, seperti bagaimana cara membuat okulasi pohon durian dan lain sebagainya.

"Ada juga keterampilan mengolah perkebunan, seperti berkebun strawberry. Kita mencoba penyemaian dan lain sebagainya. Ada kursus otomotif, ada service AC service handphone, barbershop juga. banyaklah," jelas Kunrat.

"Harapan kita, ketika mereka sudah mendapatkan pelatihan ini, nantinya mereka mempunyai keahlian tersendiri usai menjalani masa tahanan dan kembali berbaur ke masyarakat," terangnya.

Kunrat mengharapkan, melalui program yang telah dilaksanakan di Lapas berkapasitas 247 warga binaan ini, dapat berjalan dengan baik dan mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat.

Dengan dukungan semua pihak, diinginkannya, ketika warga tersebut kembali masyarakat, setidaknya dapat menyambut dengan terbuka. Sehingga mereka merasa tidak mempunyai perbedaan satu dengan lainnya.

"Untuk masyarakat maupun keluarga. Mari bersama-sama kita bantu mereka. Karena masalahlLembaga ini, bukan masalah saya. Ini masalah bangsa masalah kita bersama," kata Kunrat.

"Kalau kita bina baik, saat mereka bebas dan mau jadi baik, kadang masyarakat menstigma mereka penjahat. Kalau sampai begitu, artinya gagal apa yang kita lakukan pembinaan ini," ungkapnya.

(Bangkapos/Ramandha)

Penulis: Kemas Ramandha
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved