Berita Pangkalpinang

Kalapas Tuatunu Tak Segan-Segan Akan Pecat Jajarannya yang Terlibat Narkoba

Kunrat menyampaikan, kinerja para pegawai termasuk sipir tetap akan melalui proses pantauan serta penilaian yang berdasar pada kedisiplinan dsb.

Kalapas Tuatunu Tak Segan-Segan Akan Pecat Jajarannya yang Terlibat Narkoba
bangkapos.com / Kemas Ramandha
Kunrat Kasmiri, Kalapas kelas II A Tuatunu, Kota Pangkalpinang, ketika ditemui Bangkapos.com (fto/Ramandha) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Terkait keinginan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Bangka Belitung (Babel) Anas Saeful Anwar yang ingin menjadikan pegawai Kanwil Kemenkumham Bangka Belitung (Babel) menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, Kalapas kelas II A Tuatunu, Kota Pangkalpinang, Kunrat Kasmiri menyambut baik keiginan tersebut.

Kepada Bangkapos.com, Kamis (23/1/2020), Kunrat mengatakan, keinginan Kakanwil Kemenkumham Babel tersebut dapat menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh pegawai Kakanwil Kemenkumham, termasuk para sipir Lapas.

Dia menuturkan, pihaknya sampai saat ini tetap bekerja berdasarkan undang-undang (UU), serta Standar Operasional Prosedur yang harus dijalankan.

Untuk itu seharusnya keinginan Kakanwil Kemenkumham itu harus diwujudkan para pegawai.

"Tidak hanya itu, kita juga bekerja ada reward dan punishmentnya. Kalau petugas itu baik, lebih baik dari yang lain, ada nilai kita kasih," jelasnya.

Kunrat menyampaikan, kinerja para pegawai termasuk sipir tetap akan melalui proses pantauan serta penilaian yang berdasar pada kedisiplinan dan lain sebagainya.

Sementara bagi sipir yang melanggar, pihaknya juga tetap memberikan sanksi berdasarkan UU yang berlaku.

Ditegaskan Kalapas, bagi sipir ataupun pegawai lapas lainnya yang ditemukan terlibat narkoba, dirinya tidak akan segan-segan melakukan pemecatan secara tidak hormat.

"Kalau sipir kami ada yang melanggar aturan, besoknya akan ada sanksi yang diatur oleh PP 53. Yang artinya, sanksi itu kalau dia melanggar akan diberikan sanksi yang proporsional," katanya.

"Kalau pelanggarannya berat, kita pecat. Tapi tidak bisa juga kalau kesalahan pegawai itu sedikit , dipecat. Artinya sanksi itu bagaimana bobot dari apa yang dia lakukan (kesalahan). Kecuali narkoba ya. Kalau pegawai saya terlibat narkoba, apalagi dia bermain dengan anak dalam, yang kita usulkan adalah pemecatan," tutup Kunrat. (bangkapos.com / Kemas Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved