Berita Pangkalpinang

Lapas Kelas II A Tuatunu Terapkan Program Ubah Perilaku Warga Binaan

Menurutnya, pemantauan atas perilaku para warga binaan akan dilakukan setiap hari pada jam kerja.

Lapas Kelas II A Tuatunu Terapkan Program Ubah Perilaku Warga Binaan
bangkapos.com / Kemas Ramandha
Kalapas Kelas II A Tuatunu Kota Pangkalpinang, Kunrat Kasmiri 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Perlakuan terhadap warga binaan di Lapas kelas II A Tuatunu Kota Pangkalpinang hingga saat ini masih menjadi perhatian Kepala Lapas, Kunrat Kasmiri.

Hal ini dapat dilihat dari keinginannya di tahun 2020 yang akan berfokus pada jalannya program pembinaan yang masih dalam proses revitalisasi.

Dia berharap, pelaksanaan program tersebut nantinya dapat berjalan dengan baik.

"Kita dalam proses membuat suatu program di mana di situ ada beberapa poin, yang pertama Maximum security, minimum Security dan medium security," jelasnya kepada Bangkapos.com, Kamis (23/1/2020) di ruang kerjanya.

"...misalnya di Maximum security. Kita betul-betul mendesain agar mereka mampu meggubah perilakunya, agar mereka taat dan patuh dengan aturan," ungkapnya.

Menurutnya, pemantauan atas perilaku para warga binaan akan dilakukan setiap hari pada jam kerja. Hal ini dilakukan agar warga binaan bersangkutan dapat berubah menjadi lebih baik ke depannya.

Perubahan perilaku warga binaan, menurut Kunrat, tidak bisa diperoleh dengan instan.

Perlu adanya pendekatan khusus yang membuat para warga binaan merasa peran mereka sebagai masyarakat menjadi utuh sebelumnya.

"Kalau ada perubahan perilaku menjadi lebih baik itu merupakan nilai positif sendiri bagi mereka (warga binaan). Sehingga ada rekomendasi dari maximum tadi, bisa bergeser ke medium security," terangnya.

Ia mengatakan penekanan pada program perubahan perilaku napi ini sangat berguna bagi diri warga binaan itu sendiri.

"Ketika mereka berada pada tingkatan medium security, di medium itu baru kita berikan mereka pelatihan keterampilan," tegasnya.

"Ini agar mereka menjadi seseorang yang mempunyai keterampilan. Karena suatu perubahan itu pastinya melalui proses input dan output yang diharapkan lebih baik. Kita berikan pembinaan keterampilan itu hasilnya agar warga itu mampu Untuk memanfaatkan keterampilan atau keahlian mereka," pungkasnya. (bangkapos.com / Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: Dedy Qurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved