Berita Pangkalpinang

Molen Sampaikan Tiga Poin Pada Rakor Bersama Gubernur, Singgung Masalah Banjir hingga Pelabuhan

Dia menyebut, Pangkalpinang sebagai ibu kota Provinsi Bangka Belitung dan pusat jasa, perdagangan dan pariwisata yang harus didukung secara bersama.

Molen Sampaikan Tiga Poin Pada Rakor Bersama Gubernur, Singgung Masalah Banjir hingga Pelabuhan
Bangkapos.com / Ira Kurniati
Wali Kota Pangkalpinang di acara rapat koordinasi kepala daerah se-Bangka belitung di Bangka Selatan, Kamis (23/1/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) menyampaikan tiga permasalahan yang dialami Pemerintah Kota Pangkalpinang kepada Gubernur Babel saat rapat koordinasi kepala daerah kabupaten kota se-Bangka Belitung, di Bangka selatan, Kamis (23/1/2020). 

Molen menyampaikan, mengenai masalah banjir yang kerap terjadi di beberapa titik wilayah Pangkalpinang karena kondisi geografis yang rendah dan merupakan banjir kiriman dari tetangga.

Molen menyebut, penanganan banjir harus diatasi dari hulu ke hilir.

Pemangku kepentingan masing-masing daerah harus duduk bersama membahas solusi tersebut. 

Dia menyebut, Pangkalpinang sebagai ibu kota Provinsi Bangka Belitung dan pusat jasa, perdagangan dan pariwisata yang harus didukung secara bersama.

 "percuma saja kami pengerukan Sungai Rangkui kalau air kiriman dari tetangga masih tetap sama. Begitu pun dengan kondisi sedimentasi. Kami sudah giatkan gotong royong untuk bersihkan saluran dan wilayah masyarakat tapi untuk masalah ini semua harus berkoordinasi," ujar Molen

Selain permasalahan banjir, dia juga menyampaikan kondisi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di Parit Enam yang sudah over kapasitas. Molen berharap pemerintah provinsi segera tanggap mengenai TPA Regional agar bisa dikerjakan ditahun 2021 mendatang. 

Menurutnya, kondisi TPA saat ini menampung sampah sekitar 120 ton pada hari biasa. Belum lagi ketika perayaan hari besar keagamaan sehingga sinergi pemerintah kota, provinsi dan kabupaten sangat perlu untuk mengatasinya. 

"saya kurang setuju kalau dialokasikan di tempat lain. Belum untuk urusan amdalnya, prosesnya bisa sampai empat tahun dan satu tahun operasinya. Sedangkan kapasitasnya sudah overload. Kami harap provinsi juga ajak kami dan siap membantu untuk mengubah mindset masyarakat mengenai TPA ini," katanya. 

Poin terakhir yang disampaikan Molen yakni mengenai pembangunan pelabuhan baru yang dapat mendukung mengurangi inflasi, pengangguran dan kemiskinan.

Dia berharap ada pelabuhan besar di Bangka belitung yang terstandar dan mampu menekan angka inflasi.

Molen mengatakan, pihaknya siap jika ditunjuk sebagai tempat dibangunnya pelabuhan baru. Dia menambah, lokasi telah ditetapkan begitu pun dengan perencanaan lain. 

"untuk pelabuhan kami siap untuk membangun, yang penting kita sama-sama koordinasi untuk kepentingan dan pembangunan di Bangka belitung," sebut Molen
(bangkapos.com/irakurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved