Berita Bangka Selatan

Rina Tarol Sayangkan Masih Ada Aktivitas Penambangan di Wilayah Tangkap Nelayan Bangka Selatan

Rina Tatol menyebutkan, seharusnya wilayah pulau-pulau kecil yang ada di Kabupaten Bangka Selatan menjadi wilayah tangkap bagi nelayan.

Rina Tarol Sayangkan Masih Ada Aktivitas Penambangan di Wilayah Tangkap Nelayan Bangka Selatan
bangkapos.com / Jhoni Kurniawan
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapil Kabupaten Bangka Selatan, Rina Tarol 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Bangka Selatan Rina Tarol menyayangkan masih adanya aktivitas penambangan di wilayah-wilayah yang menjadi zona tangkap masyarakat nelayan Kabupaten Bangka Selatan.

Saat beraudiensi dengan sejumlah nelayan di Kabupaten Bangka Selatan, Rina Tatol menyebutkan, seharusnya wilayah pulau-pulau kecil yang ada di Kabupaten Bangka Selatan menjadi wilayah tangkap bagi nelayan.

Sebab, di sana adalah sarangnya ikan untuk berkembang biak secara alami. 

"Sebut saja Tanjung Merun dan Pulau Pongok ataupun Lepar Pongok, itukan seharusnya menjadi wilayah tangkap ikan untuk masyarakat khususnya nelayan," ujar Rina, Kamis (23/1/2020)

Tetapi jika pulau-pulau yang seharusnya menjadi media bagi nelayan tak lagi terjamin malah dijadikan wilayah tambang tentunya ini bukan kemajuan. Dia mengaku kasihan nelayan nantinya tidak lagi ada tempat untuk mencari ikan.

Rina Tarol menjelaskan, luas wilayah pertambangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 12% dikelola oleh IUP PT Timah . Sementara sisanya yakni 88% IUP nya dikelola oleh swasta.

Pihaknya tambah Rina hanya dapat menunggu usulan dari pemerintah daerah khsususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Selatan agar dapat mengusulkan revisi ataupun evaluasi jika memang ingin melakukan perubahan terhadap draft RZWP3K.

Sejumlah Nelayan Bangka Selatan Minta Zona Tangkap di Draf RZWP3K Bebas dari Tambang

Rina juga mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan bersama masyarakat nelayan membuat kesepakatan mengenai apa-apa saja yang ingin diusulkan.

"Kami sifatnya hanya menunggu dari teman-teman di daerah untuk pengusulan, setelah pengusulan barulah dapat kita proses di DRPD provinsi," tukasnya. (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved