Berita Sungailiat

Jelang Imlek 2020, Begini Harga Emas di Pasar Sungailiat Hari ini

Harga emas di beberapa toko emas di Pasar Sungailiat terbilang stabil. Harga ini merupakan hasil pergerakan emas dunia jelang akhir pekan ini.

Jelang Imlek 2020, Begini Harga Emas di Pasar Sungailiat Hari ini
bangkapos.com/Kemas Ramandha
Aktivitas jual beli emas di Toko Emas Kongki Jaya, Sungailiat 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Harga emas di beberapa toko emas di Pasar Sungailiat terbilang stabil. Harga ini merupakan hasil pergerakan emas dunia jelang akhir pekan ini.

"Memang kalau dilihat sih harga emas dunia berkisar di angka itu. Tidak ada kenaikan signifikan," jelas Leonardo, Owner toko emas Kongki Jaya, Sungailiat saat diwawancara bangkapos.com, Jumat (24/1/2020).

Untuk harga emas kadar 70 persen saat ini berkisar Rp 540 Ribu per gram. Sedangkan untuk harga per mata 24 Karat seharga Rp 256 Ribu per mata.

"Ini ada kenaikan, tapi hanya seribu rupiah. Kemarin itu harganya Rp 255 Ribu per mata," ucapnya.

"Walau menjelang imlek besok, harganya kite prediksi tetap sama. Tidak ada kenaikan banyak maupun turun sepertinya," terang Leo.

Aktivitas jual beli emas di Toko Emas Kongki Jaya, Sungailiat
Aktivitas jual beli emas di Toko Emas Kongki Jaya, Sungailiat (fto/Ramandha)

Sementara itu harga emas di toko lainnya, juga terbilang stabil. Seperti harga emas di toko Sahabat yang juga berada di Pasar Sungailiat. Dengan harga Rp 255 per mata, kadar emas yang ada di toko Sahabat terpantau berbeda.

Untuk harga emas per mata di toko Sahabat dibandrol Rp 255 Ribu per mata dengan kadar 99 persen. Seven Then, selaku pemilik menuturkan emas yang dijual di tokonya saat ini kebanyakan berada di kadar 99 persen.

"Itu satu mata, kadar 99 persen. Naik seribu juga dari kemarin," katanya.

Ajam sapaan akrabnya menyampaikan harga emas yang dijualnya terbilang stabil, bahkan sejak Juli 2019 lalu.

Kenaikan harga emas dikatakannya pernah terjadi di Bulan Desember tahun lalu.

"Harganya naik lumayan tinggi itu di Desember (2019) kemarin. Sampai Rp 265 Ribu per mata. Ya, kalau tidak salah ada pergerakan besar di pasar dunia waktu itu," tutur Ajam.

"Kalau antusias sih lumayan lah. Kalau kita di sini (Bangka) kan, pengaruhnya ada di harga lada dan timah. Kalau harga dua item itu naik, warga juga banyak yang beli," tutupnya.

(Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved