Senin, 13 April 2026

Hidayat Arsani Sumbang Rumah Mewahnya untuk Al-Azhar

Al Azhar, nama yang tak asing lagi di Indonesia. Sekolah Al Azhar merupakan lembaga pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azh

Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
bangkapos.com/Deddy Marjaya
Hidayat Arsani dan istri usai memberikan hak suara Rabu (15/2/2017). 

SATU lagi mimpi Hidayat Arsani terwujud. Rumah mewah di kawasan Kampak, Pangkalpinang yang bertahun-tahun jadi tempat tinggalnya kini menjadi lembaga pendidikan.

Rumah paling mewah yang berada di jantung kawasan Kampak, Kelurahan Air Salemba itu sedang dipugar. Di pagar rumah tersebut kini terpampang jelas tulisan Al Azhar berwarna hijau.

Al Azhar, nama yang tak asing lagi di Indonesia. Sekolah Al Azhar merupakan lembaga pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar.

Sekolah ini dikenal menghasilkan cendikiawan muslim di Indonesia. Lembaga pendidikan tersebut mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

Hidayat Arsani mengatakan dirinya sudah lama ingin mewujudkan mimpinya membangun sebuah lembaga pendidikan seperti pesantren.

“Sebenarnya sudah lama saya ingin buat lembaga pendidikan pesantren.

Namun kali ini baru terwujud, mudah-mudahan Al Azhar ini bisa menghasilkan orang-orang hebat dari Bangka Belitung,” kata Hidayat Arsani kepada Bangka Pos, Kamis (23/1).

Ia tak masalah ketika harus pindah dari rumah mewahnya. Menurutnya berkorban untuk dunia pendidikan sangatlah lebih baik.

“Saya cuma berharap pelajar dari Bangka Belitung ini lebih maju. Bisa berkompetisi hingga tingkat nasional,” kata Hidayat.

Ia mengaku khawatir dengan perkembangan dunia pendidikan. Menurutnya harus ada orang yang berani berinvestasi di bidang pendidikan, terutama sekolah Islam yang bekualitas.

“Banyak siswa kita pintar, tapi kualitas lembaga pendidikannya belum begitu top. Adanya Al Azhar ini nantinya, saya harap akan lebih maju,” kata Hidayat.

Soal biaya sekolah di Al Azhar, Hidayat berharap yayasan bisa menerapkan harga yang terjangkau.

“Saya rasa bisa lebih terjangkau, apalagi gedung dan lahan sudah saya sumbang,” kata Hidayat Arsani.

Untuk tahap pertama, Al-Azhar akan membuka kelas untuk Taman Kanak-kanak. Selanjutnya secara berjenjang Al-Azhar terus berkembang menjadi lembaga pendidikan dari TK hingga Universitas.

“Saya bahkan berencana ada perguruan tinggi, terutama di bidang kedokteran. Saya sudah punya rumah sakit untuk menampung,” kata Hidayat Arsani. (tea)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved