Berita Sungailiat

Pemkab Bangka Sosialisasikan Sensus Penduduk 2020

Pemkab Bangka menggelar sosialisasi pelaksanaan Sensus Penduduk Tahun 2020 yang dimulai 15 Januari

Pemkab Bangka Sosialisasikan Sensus Penduduk 2020
bangkapos.com/Edwardi
Pemkab Bangka menggelar sosialisasi pelaksanaan Sensus Penduduk Tahun 2020 yang dimulai tanggal 15 Januari atau dilaksanakan setiap 10 tahun sekali di OR Bangka Setara Kantor Bupati Bangka, Senin (27/01/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemkab Bangka menggelar sosialisasi pelaksanaan Sensus Penduduk Tahun 2020 yang dimulai  15 Januari atau dilaksanakan setiap 10 tahun sekali di OR Bangka Setara Kantor Bupati Bangka, Senin (27/01/2020).

Kegiatan ini dibuka Bupati Bangka, Mulkan didampingi Kepala Bappeda Bangka Pan Budi Marwoto dan Kepala BPS Bangka, Dewi Syafitri.

Kegiatan dihadiri para Kepala OPD dan.pejabat di lingkungan Pemkab Bangka, para camat, para lurah dan undangan lainnya.

Kepala Bappeda Bangka, Pan Budi Marwoto mengatakan pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 ini wajib dilaksanakan karena merupakan instruksi langsung Presiden RI Joko Widodo.

"Karena kegiatan ini sifatnya sensus maka semuanya harus di data dan biaya juga cukup mahal, karena kegiatan.ini sangat penting semua pak Camat dan lurah harus hadir, termasuk pak Bupati juga harus membuka dan mengarahkan kegiatan sensus ini," ujar Pan Budi.

Sementara Bupati Bangka, Mulkan mengatakan sangat mengharapkan kelancaran Sensus Penduduk 2020 ini bisa berjalan dengan baik di Kabupaten Bangka.

"BPS selaku mitra daerah Kabupaten Bangka untuk melakukan berbagai pencatatan data kependudukan di Kabupaten Bangka, bagaimana supaya data-data ini menjadi valid,' kata Mulkan.

Ditambahkannya, data yang valid sangat dibutuhkan apalagi setiap 5 tahun sekali ada Pilkada, Pilgub, Pilpres dan Pileg, dimana sering terjadi data jumlah penduduk ini menjadi problem terutama data kevalidan penduduk.

"Kadang-kadang orang yang sudah meninggal dunia tetapi datanya masih ada sehingga dengan adanya Sensus Penduduk yang dilaksanakan 10 tahun sekali supaya data-data penduduk ini menjadi akurat," tukas Mulkan.

Diakuinya, saat ini data penduduk ini belum sempurna, karena data di kertas sering berbeda dengan data di lapangannya, sehingga hal inilah yang sering diklaim oleh para kandidat yang kurang puas atau kalah akibat data penduduk yang tidak valid.

"Yang sering digugat itu biasanya KPU , semoga dengan adanya Sensus Penduduk apalagi saat ini menggunakan sistem aplikasi sehingga lebih mempermudahkan kita dan bisa efisiensi anggaran dibandingkan cara manual sebelumnya," tukas Mulkan.

(Bangkapos com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved