Selasa, 5 Mei 2026

Sebelum Kecelakaan Maut, Kobe Bryant Ungkap Kekaguman pada Messi dan Ronaldo   

Dunia olahraga tengah berkabung. Sebuah kabar mengejutkan menyebut Legenda NBA dan LA Lakers, Kobe Bryant, tewas dalam sebuah kecelakaan helikopter.

Tayang:
twitter.com/@MessiQuote
Bintang Barcelona Lionel Messi berfoto bersama legenda basket, Kobe Bryant. 

BANGKAPOS.COM -- Dunia olahraga tengah berkabung. Sebuah kabar mengejutkan menyebut Legenda NBA dan LA Lakers, Kobe Bryant, tewas dalam sebuah kecelakaan helikopter.

Bryant telah menjadi panutan tidak hanya untuk para generasi baru, tetapi juga untuk teman-temannya.

Legenda NBA ini, dalam wawancara terakhirnya, ia berbicara tentang Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sebelum kecelakaan tragis yang menimpa dirinya.

Kontribusinya pada olahraga basket dapat dibandingkan dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dalam sepak bola.

Bahkan, dalam wawancara terakhirnya, "Black Mamba" mengungkapkan pemikirannya tentang dua pemain sepak bola terbesar sepanjang masa itu.

"Yah, saya pikir Messi salah satu atlet terbaik sepanjang masa," kata Bryant dikutip BolaSport.com dari CNN.

"Keuletan dan kecerdasan yang ia mainkan, serta keterampilannya menggunakan kepala dan bahu juga di atas pemain lain," tambahnya.

Juara NBA lima kali itu juga menyebut bahwa Ronaldo memiliki prestasi dan ketrampilan yang sama dengan Messi.

"Dan Cristiano (Ronaldo) tentu ada di sana, bersanding bersama dengan Messi," ucap legenda NBA tentang Ronaldo.

Mantan pebasket LA Lakers itu menjalin persahabatan dengan Messi beberapa tahun yang lalu dan Bryant sangat kagum dengan superstar Argentina.

Persahabatan Messi dan Bryant dimulai ketika Ronaldinho memperkenalkan mereka satu sama lain.

Dalam sebuah wawancara, Bryant mengingat bagaimana Ronaldinho menggambarkan Messi muda sebagai masa depan dalam dunia sepak bola.

"Saya pikir Messi pasti berusia 18 tahun saat itu, 17 mungkin," kata Bryant ketika itu.

"Ronaldinho memanggilnya dan berkata, 'Kobe, saya ingin kamu bertemu dengan pemain yang akan menjadi pemain terhebat yang pernah ada'," tutupnya.

Ketika Bryant memutuskan pensiun pada tahun 2016, Messi bahkan menulis di akun media sosial pribadinya, tentang harapan untuk teman terbaiknya itu.

"Bryant akan selalu berada di buku-buku sejarah sebagai salah satu atlet terbesar, dialah yang membantu saya menjadi tertarik pada bola basket. Semoga semua yang terbaik ada dalam hidupnya (Bryant)," tulis Messi.

Mengenang Kobe Bryant

Kobe Bryant akan selalu dikenang sebagai legenda olahraga. Tak terkecuali rekor briliannya saat mencetak 62 poin dalam tiga kuarter saja.

Dunia olahraga dikejutkan dengan kabar meninggalnya legenda basket, Kobe Bryant.

Kobe Bryant meninggal dunia setelah menjadi korban dalam kecelakaan helikopter di Calabasas, California, Amerika Serikat, Minggu (26/1/2020).

Helikopter yang ditumpangi Kobe Bryant terbakar dan terjatuh. Semua penumpang tewas tak terkecuali Kobe Bryant dan putrinya, Gianna Bryant.

Meninggalnya Bryant membuat seluruh dunia berkabung. Pasalnya, prestasi di atas rata-rata yang dia catat sebagai atlet telah menginspirasi banyak pihak.

Talenta dan kerja keras telah mengubah pemain yang berposisi shooting guard tersebut menjadi sosok yang ditakuti oleh lawan-lawannya.

Pertandingan antara Los Angeles Lakers dan Dallas Mavericks pada musim reguler NBA 2015-2016 (20/12/2005) menjadi salah satu pembuktian kualitas tinggi yang dimiliki Bryant.

Saat itu, Bryant membuat publik Staples Center bersorak ketika berhasil mencetak 62 poin dalam tiga kuarter pertama untuk membawa LA Lakers memimpin jauh.

Padahal Dallas Mavericks bukan tim kacangan. Pada akhir musim itu Mavericks berhasil mencapai NBA Finals mewakili wilayah barat.

Akan tetapi nama-nama besar seperti Dirk Nowitzk, Josh Howard, Adrian Griffin dibuat tidak berdaya setiap kali Bryant memasuki daerah pertahanan mereka.

Kobe tak terbendung. Pemain yang menjuluki dirinya sebagai Vino (anggur dalam bahasa Italia, red) membuat 18 field goal dan 22 point dari bola free throw.

Hanya ada empat tembakan three-point yang dicetak Bryant. Itu artinya, Bryant berhasil mengobrak-abrik benteng yang digalang pemain Mavericks.

Torehan 62 poin milik Bryant dalam pertandingan itu semakin impresif lantaran pada waktu yang sama hanya ada 61 poin yang dicetak seluruh pemain Mavericks!

Bryant menjadi pemain pertama yang sanggup melakukannya semenjak shot clock (batasan waktu untuk melakukan serangan) diterapkan.

Keunggulan besar 61-95 yang dicatat Lakers pada akhir kuarter ketiga membuat Bryant ditarik keluar.

The Black Mamba tidak beranjak dari bangku cadangan hingga pertandingan berakhir dengan skor 90-112 bagi kemenangan tim tuan rumah.

Artikel ini telah tayang di laman BolaSport.com:

https://www.bolasport.com/read/312001482/wawancara-terakhir-kobe-bryant-sebut-kagum-dengan-messi-hingga-ronaldo

https://www.bolasport.com/read/312001653/mengenang-kobe-bryant-saat-si-anggur-tak-bermain-karena-sudah-bikin-lawan-terlalu-menderita?page=all

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved